Polisi Ringkus 4 Orang Terkait Remaja Tewas Dibacok di Yogya

Polisi Ringkus 4 Orang Terkait Remaja Tewas Dibacok di Yogya

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 23 Sep 2019 18:30 WIB
Barang bukti pengeroyokan yang menewaskan Egi di Yogyakarta, Senin (23/9/2019). (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Barang bukti pengeroyokan yang menewaskan Egi di Yogyakarta, Senin (23/9/2019). (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta - Polisi meringkus empat orang yang terlibat pengeroyokan dan pembacokan hingga berujung tewasnya Egi Hermawan (17). Saat ini polisi masih memburu lima pelaku lain yang turut serta dalam aksi tersebut.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Armaini mengatakan penangkapan empat tersangka bermula dari tertangkapnya NMA (18), warga Kecamatan Pakualaman, Kota Yogyakarta, Minggu (22/9/2019) malam. Dari pengembangan, polisi akhirnya meringkus PSP (17), warga Kecamatan Danurejan, Yogya, dan LK (17), warga Kecamatan Mantrijeron, Yogya, dini hari tadi.

"Sementara sudah kita dapat tiga orang. Jadi tersangka semua dan mereka memiliki peran masing-masing, ada yang mengejar, memepet mengambil kunci, memukul," ujarnya saat jumpa pers di Mapolresta Yogya, Senin (23/9/2019).


"Dan ini tadi alhamdulillah satu lagi tertangkap, dia pelaku utamanya. Jadi sudah ada empat orang yang tertangkap," imbuh Armaini.

Armaini menyebut pelaku utama bernama Widi (17). Seluruh tersangka masih berstatus pelajar.

"Yang jelas mereka berkaitan juga dengan geng-geng pelajar," katanya.


Polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu jaket warna hitam, satu kemeja bermotif kotak-kotak berwarna abu-abu hitam, sepasang sepatu warna biru, dan sepotong celana panjang warna biru. Armaini menambahkan saat ini anggotanya tengah memburu pelaku lainnya.

"Identitas tersangka lainnya sudah kita kantongi, jadi tinggal kita ciduk saja itu semua. Ya, boleh saja mereka lari, tapi nanti tetap akan tertangkap juga," tandasnya.

"Untuk motif pastinya masih kita dalami, tapi dugaan sementara karena dendam antar geng," imbuh Armaini.

Armaini menambahkan, meninggalnya Egi karena mengalami luka sobek pada bagian dada sebelah kiri akibat sabetan senjata tajam.

"Untuk bekas lukanya seperti apa nanti akan ada hasil visum, yang jelas luka karena senjata tajam dan itu yang membuat korban mengeluarkan banyak darah lalu meninggal dalam perjalanan (ke rumah sakit)," ucapnya.

Mengenai barang bukti sajam yang digunakan tersangka untuk membacok Egi hingga berujung tewas, Armaini menyebut belum ditemukan. "Untuk senjata (tajam yang digunakan untuk membacok Ego) masih kita cari," kata Armaini.

Selain itu Armaini menduga aksi penganiayaan terhadap Egi sudah terencana. Mengingat dari keterangan para tersangka sebelumnya menguntit Egi dan rekannya yang berniat pulang usai menonton pertandingan futsal di Jalan Parangtritis, Bantul.

"Kasus ini sudah direncanakan, mungkin (rencananya) bukan membunuh tapi menganiaya. Tapi mereka bawa sajam, dan itu untuk melukai orang lain, jelas bohong kalau untuk melindungi diri sendiri," katanya.

"Dan siapa pun pelakunya mempertanggungjawabkan perbuatannya, walaupun masih anak-anak," imbuh Armaini.

Para tersangka dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak subsider Pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP, Pasal 351 ayat 3 KUHP juncto Pasal 56 KUHP, Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.




Simak juga video "Cuma Gegara Berebut Rumput, Satu Orang Tewas Disabet Celurit":

[Gambas:Video 20detik]

(rih/rih)