PMII Solo Tolak Instruksi Gerakan Turun ke Jalan Kritisi KPK

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 20 Sep 2019 16:12 WIB
Ilustrasi. Foto: PMII gelar aksi gugat UU MD3 (Seysha/detikcom)
Solo - Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surakarta menolak instruksi Pengurus Besar (PB) PMII untuk turun ke jalan mengritisi KPK. Instruksi tersebut dinilai perlu kajian lebih mendalam.

"Memang KPK perlu dikritisi dalam beberapa hal. Tapi jangan sampai kritikan itu di luar konteks," kata Ketua PC PMII Surakarta, Najih Fikriyah saat dihubungi detikcom, Jumat (20/9/2019).

Adapun instruksi turun ke jalan diterbitkan usai KPK menetapkan Imam Nahrawi sebagai tersangka. Imam dinilai tidak melakukan korupsi.

"Memang Imam Nahrawi belum tentu bersalah, sekarang juga masih diperiksa. Kalau kami ikut turun beraksi, artinya kami mengamini bahwa Imam Nahrawi bersalah," katanya.


Meski tak ikut turun ke jalan, PMII Surakarta tetap mendukung Imam Nahrawi. Mereka akan menguatkan Imam melalui cara lain.

"Tapi kami tetap menguatkan beliau dengan pendekatan psikologis," ujar dia.

Dia juga tidak sepakat atas tuduhan adanya kelompok radikal atau yang disebut taliban dalam tubuh KPK. Sebab hal tersebut masih perlu dibuktikan kebenarannya.


"Dugaan taliban di dalam tubuh KPK ini tidak disertai data akurat, apakah benar ada dan berpengaruh kuat di KPK. Kami tidak semudah itu. Harus melalui konfirmasi dan pembuktian yang panjang," ungkap dia.

Najih juga menegaskan bahwa PMII Surakarta tetapi ingin menjaga idealisme dan integritas organisasi.

"Kami berkomitmen menjaga idealisme dan harkat martabat PMII sebagai organisasi mahasiswa yang berintegritas," pungkasnya. (bai/sip)