Kejati Jateng Terbitkan Surat Penyidikan Dugaan Korupsi Pengadaan PJU

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jumat, 20 Sep 2019 14:58 WIB
Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Ketut Sumedana. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Belum selesai penyidikan soal dugaan korupsi Bantuan Provinsi Jateng di bidang pendidikan, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah telah menerbitkan surat perintah penyidikan dugaan korupsi di bidang lain. Kali ini terkait dengan pengadaan Penerangan Jalan Umum (PJU).

"Sudah diterbitkan surat perintah penyidikan untuk perkara Banprov terkait pengadaan PJU," kata Asisten Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Ketut Sumedana kepada wartawan di kantornya, Jalan Pahlawan, Semarang, Jumat (20/9/2019).

Namun Ketut tidak menyebut lebih lanjut terkait perkara itu. Menurutnya hal lainnya masih rahasia.

"Pokoknya cluenya PJU itu dulu," pungkas Ketut.


Untuk diketahui, saat ini Kejati Jateng menangani dugaan korupsi Banprov tahun 2018 terjadi di sektor pendidikan Kabupaten Pekalongan dan Kendal. Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 8 miliar karena pengadaan laptop yang tidak sesuai spesifikasi.

Empat tersangka sudah ditetapkan, yaitu pejabat pembuat komitmen untuk pengadaan laptop di Kabupaten Kendal berinisial S dan Direktur Airmas Sinergi Informatika, yang merupakan rekanan pengadaan barang berinisial CE.

Sedangkan di Kabupaten Pekalongan, tersangka juga berinisial S sebagai pejabat pembuat komitmen, kemudian Direktur PT Astragraphia Xprins berinisial SMS.
(alg/sip)