detikNews
Kamis 19 September 2019, 18:56 WIB

Imam Nahrawi Jadi Tersangka di KPK, DPP PKB Siapkan Bantuan Hukum

Eko Susanto  - detikNews
Imam Nahrawi Jadi Tersangka di KPK, DPP PKB Siapkan Bantuan Hukum Ketua DPP PKB Dita Indah Sari di Magelang, Kamis (19/9/2019). (Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Imam Nahrawi ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan suap pengurusan dana hibah KONI serta penerimaan lain terkait jabatan Menpora. DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memilih bertabayun sekaligus menyiapkan bantuan hukum jika dibutuhkan salah satu kadernya itu.

Ketua DPP PKB Dita Indah Sari mengatakan PKB melakukan klarifikasi kepada Imam Nahrawi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kasus tersebut sebetulnya seperti apa sehingga KPK menetapkannya sebagai tersangka.

"Yang pertama, ya memang itu kami akan berupaya melakukan klarifikasi dan tabayun ke Mas Imam. Kasus sebetulnya seperti apa, bukti-bukti apa yang sudah dimiliki KPK sehingga bisa menjatuhkan putusan tersangka itu. Kita akan segera klarifikasi ke Mas Imam," kata Dita seusai Rembuk Pekerja dan Petani Tembakau di Magelang, Kamis (19/9/2019).

Selain melakukan klarifikasi dan tabayun kepada Imam, kata Dita, PKB akan memberikan bantuan hukum karena Imam merupakan kader partai. Untuk itu, dua hal tersebutlah yang akan dilakukan PKB saat ini.

"Yang kedua, ya kita akan berikan bantuan hukum untuk dia karena kan kader partai. Untuk sementara dua hal itu yang sedang kita jalankan sekarang," ujarnya.

"Ya kita sangat menyayangkan dan itu kader, tapi ya kita juga paham bahwa KPK melaksanakan tugas penegakan hukumnya," pungkasnya.

Diketahui, Imam Nahrawi ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus dugaan suap pengurusan dana hibah KONI serta penerimaan lain terkait jabatan Menpora, Rabu (18/9).

Dalam rentang 2014-2018, Imam Nahrawi melalui asisten pribadinya, Miftahul Ulum, diduga menerima uang Rp 14,7 miliar. Selain penerimaan uang tersebut, Imam Nahrawi dalam rentang 2016-2018 menerima uang Rp 11,8 miliar sehingga total dugaan penerimaan uang sebesar Rp 26,5 miliar.

Uang yang diterima tersebut diduga merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan KONI ke Kemenpora, penerimaan terkait Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima, dan penerimaan lain.


(rih/rih)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com