detikNews
Kamis 19 September 2019, 17:35 WIB

Tinggal Belasan, Satwa Endemik Rek-rekan Terancam Kebakaran di Merbabu

Ragil Ajiyanto - detikNews
Tinggal Belasan, Satwa Endemik Rek-rekan Terancam Kebakaran di Merbabu Kebakaran Gunung Merbabu, Jumat (13/9/2019). (Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali - Kebakaran di Gunung Merbabu sudah berlangsung selama sepekan terakhir. Satwa endemik, yakni primata rek-rekan, yang jumlahnya hanya belasan ekor, kini terancam.

"Iya, rek-rekan di wilayah Ampel ada," ujar Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional wilayah 1 Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) Nurpana Sulaksono.

Hal ini disampaikan Nurpana kepada detikcom di basecamp Rempala, Desa Ngagrong, Kecamatan Gladagsari, Boyolali, Kamis (19/9/2019).

Pantauan detikcom pagi tadi, tampak wilayah Ampel masih terbakar.


"Rek-rekan itu (di Merbabu ada) satu kelompok, (terdiri atas ) 10-20 individu. Adanya cuma di Gunung Merbabu. Di Merapi tidak ada. Jadi memang khasnya di sini (Merbabu)," imbuhnya.

Selain rek-rekan, satwa liar lain yang berada di hutan wilayah Ampel adalah lutung dan burung elang Jawa yang dilindungi. Ampel juga menjadi tempat pengamatan elang Jawa.

"Kebetulan di Ampel ini habitatnya masih bagus," tandasnya.

Menurut dia, sejauh ini belum terpantau ada satwa liar yang turun gunung.


"Karena satwa itu dia memiliki karakter sendiri, dia memiliki tempat-tempat mana yang dirasa aman. Kalau terganggu di lokasi ini, dia akan menuju ke sini, sini, di lokasi aman. Nah, karena di wilayah yang di bawah ini, yang di zona tradisional dan zona rimba itu masih relatif aman, jadi ada kemungkinan satwanya masih belum turun sampai ke perkampungan. Masih ada lokasi-lokasi yang digunakan untuk menyelamatkan diri," terang dia.

Upaya pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu saat ini masih terus dilakukan oleh petugas bersama relawan dan masyarakat. Kebakaran di kawasan sumber air Tuk (mata air) Sipendok, Ampel, telah menghanguskan beberapa jaringan air bersih milik warga. Akibatnya, sedikitnya lima desa di tiga kecamatan di Boyolali mengalami krisis air bersih karena tidak memiliki pasokan air.

Upaya pemadaman kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu saat ini masih terus dilakukan oleh petugas bersama relawan dan masyarakat.
(sip/sip)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com