detikNews
Selasa 17 September 2019, 15:38 WIB

Kebakaran di Gunung Merbabu, Kawasan Edelweis Ikut Hangus Terbakar

Ragil Ajiyanto - detikNews
Kebakaran di Gunung Merbabu, Kawasan Edelweis Ikut Hangus Terbakar Pemadaman kebakaran di lereng Gunung Merbabu, Minggu (15/9/2019). (Foto: dok. Istimewa)
Boyolali - Kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu telah menghanguskan lahan lebih dari 400 hektare. Kebakaran yang terjadi sejak pekan lalu itu pun dipastikan mengganggu flora dan fauna di sana.

Kasubbag TU Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) Johan Setyawan mengatakan perkiraan sementara luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 436 hektare. Kawasan yang terbakar mulai zona tradisional hingga zona inti.

"Luas Taman Nasional (Gunung Merbabu) itu 5.800-an hektare, yang terbakar 400-an hektare. Itu membakar dari zona terluar yang berbatasan dengan kawasan desa itu zona tradisional. Kemudian juga membakar zona rehabilitasi, yang kita lakukan penanaman kemarin, dan masuk ke zona rimba dan zona inti," kata Johan Setyawan kepada wartawan di kantornya, Selasa (17/9/2019).


Zona inti yang terbakar berada di paling atas atau kawasan puncak, selain berupa sabana, termasuk tanaman bunga edelweis.

"Zona inti terlihat dari puncak itu sabana, termasuk edelweis, yang dilindungi, juga terpantau ikut area yang terbakar," jelasnya.

Selain itu, lanjut Johan, lahan yang terbakar berupa alang-alang, rumput, semak belukar, dan kawasan berhutan, antara lain di daerah Ampel dan Selo.

Sebelumnya, Kepala BTNGMb Junita Parjanti menjelaskan terkait dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan itu. Kebakaran mengakibatkan terganggunya keanekaragaman hayati di Gunung Merbabu.


"Karena ini adalah kawasan konservasi, keanekaragaman hayati terkait flora dan fauna pasti terganggu," kata Junita kepada detikcom.

Namun pihaknya belum bisa mendata satwa-satwa yang terganggu akibat kebakaran di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Selain itu, kebakaran berdampak pada sumber air yang selama ini dimanfaatkan oleh masyarakat desa sekitar.

Di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu terdapat 39 mata air yang dimanfaatkan oleh warga sekitar, baik di wilayah Kabupaten Boyolali, Semarang, maupun Magelang.

Dari jumlah tersebut, ada tiga tuk (mata air) besar yang berpotensi terganggu karena kawasannya terbakar, yaitu Tuk Teyeng di Kecamatan Pakis (Magelang), Tuk Klanting di Kopeng (Kabupaten Semarang), dan Tuk Sipendok (Ampel, Boyolali). Jika pipa-pipa air bersih dari sumber air tersebut terbakar, distribusi air ke masyarakat pun akan terganggu.

Kebakaran di Gunung Merbabu diharapkan segera padam dan tidak meluas hingga ke kawasan hutan tanaman keras, sehingga habitat satwa liar tidak sampai terganggu, apalagi di wilayah Ampel, yang vegetasinya masih padat dan keanekaragaman hayatinya masih tinggi. Wilayah Ampel ini juga merupakan tempat pengamatan elang Jawa, yang juga merupakan satwa dilindungi.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com