detikNews
Senin 16 September 2019, 16:16 WIB

Antar 50 Kg Ganja Naik Bus, Kurir Ditangkap di Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Antar 50 Kg Ganja Naik Bus, Kurir Ditangkap di Solo Jumpa pers penangkapan kurir 50 kg ganja. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo - Seorang kurir narkoba ditangkap aparat Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Surakarta karena membawa 50 kg ganja. Pelaku bernama Anang Arif (45) itu ditangkap saat menumpang bus melewati Solo.

Awalnya, BNNK mendapatkan informasi akan adanya pengiriman narkoba dalam skala besar dari Sumatera ke Jawa. Narkoba awalnya dibawa melalui Pelabuhan Merak melalui jalan tol menuju Cilegon.

Anang, yang merupakan warga Malang, berangkat menuju Jakarta menggunakan pesawat terbang. Turun di Bandara Soekarno-Hatta, dia dijemput menuju Cilegon untuk mengambil barang.

Kemudian Anang membawa barang haram tersebut naik bus Rosalia Indah menuju Malang. Atas koordinasi BNNK dengan perusahaan bus, bus yang seharusnya melewati jalan tol dibelokkan masuk ke Solo.

"Pada 12 September 2019, kami minta agar bus kembali ke pemberhentian bus Rosalia Indah Solo dengan alasan bus rusak dan harus berganti bus. Dari situ ketahuan barang itu yang membawa siapa, lalu kita tangkap," kata Kepala BNNK Surakarta Ridho Wahyudi dalam jumpa pers, Senin (16/9/2019).


Terdapat dua koper yang diamankan BNNK. Satu koper warna cokelat berisi 20 bal berisi ganja yang masing-masing bal seberat 1 kg. Koper warna hijau berisi barang yang sama sebanyak 30 bal.

"Selain itu, kami temukan dua plastik bening berisi sabu-sabu dengan berat bruto 1,62 gram yang dimasukkan dalam bungkus rokok," kata dia.

BNNK juga menyita KTP atas nama Minarjo. Identitas itulah yang digunakan kurir tersebut menggunakan jasa pesawat terbang dan bus.

Sementara itu, Kanit Berantas BNNK Surakarta Edison Pandjaitan memastikan Anang hanya sebagai kurir. Dia dijanjikan upah Rp 3 juta untuk mengantar ganja.


"Tersangka hanya ditugasi mengantar sampai ke Nganjuk, nanti sudah ada yang menjemput, putus di situ. Kurir diberi imbalan Rp 3 juta, tiket pesawat dan bus sudah disiapkan," ujar Edison.

BNNK masih mendalami asal dan tujuan pengiriman ganja tersebut. Diperkirakan nilai jual ganja tersebut Rp 250 juta dengan asumsi per kg ganja dijual Rp 5 juta.

Anang dijerat dengan Pasal 114 ayat 2 subsider Pasal 112 ayat 1 subsider Pasal 111 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup.
(bai/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com