Rumah-rumah Rusak Akibat Ledakan di Mako Brimob Semarang Masih Diperbaiki

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 16 Sep 2019 13:06 WIB
Sujono menunjukkan kaca rumahnya yang pecah akibat ledakan gudang amunisi Mako Brimob Srondol, Semarang. (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Sujono menunjukkan kaca rumahnya yang pecah akibat ledakan gudang amunisi Mako Brimob Srondol, Semarang. (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang - Perbaikan rumah-rumah warga yang rusak parah akibat ledakan gudang bahan peledak Mako Brimob Srondol, Semarang, masih berlangsung. Penghuninya disebut tetap bisa berada di rumah selama masa perbaikan, tanpa perlu mengungsi.

Salah satu dari tiga rumah yang rusak parah adalah milik Sujono, warga RT 06 RW 02 Kelurahan Srondol Wetan. Ia menunjukkan beberapa bagian rumah yang rusak akibat ledakan. Ia juga menunjukkan bangunan rumahnya yang berimpitan dengan tembok Mako Brimob Srondol.

Sujono mengatakan ledakan yang terjadi pada Minggu (14/9) itu menggetarkan rumah kosnya, yang terdiri atas 10 kamar. Ledakan awalnya kecil, sehingga penghuni bisa menyelamatkan diri.

"Ini asbes berjatuhan karena getaran. Tempat saya ini termasuk yang parah," kata Sujono kepada wartawan di rumahnya, Senin (16/9/2019).

Sebagian besar atap rumah Sujono ambrol dam menimpa barang-barang di bawahnya, seperti televisi dan komputer. Sujono bercerita, selain perbaikan rumah, Polda Jateng menjanjikan ganti rugi barang elektronik yang rusak.


"Televisi sama komputernya juga sudah didata," imbuhnya.

Melihat Perbaikan Rumah-rumah yang Rusak Akibat Ledakan di Brimob SemarangAtap rumah warga berlubang akibat granat yang terlempar saat ledakan terjadi. (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)

Pantauan detikcom, sejumlah pekerja bangunan sibuk memperbaiki rumah Sujono. Asbes yang rusak sudah diganti dengan yang baru. Ia juga menunjukkan lubang di asbes yang disebabkan granat yang terpental tapi tidak meledak.

"Ada granat juga kemarin, masih utuh. Itu lubangnya," ujarnya sembari menunjuk lubang tersebut.

Gudang yang meledak berjarak 100 meter dari rumah Sujono. Lokasi ledakan dari rumah Sujono tidak terlihat karena ditutup terpal warna biru. Ia mengaku pasrah dengan perbaikan yang sedang dilakukan polisi.


Untuk diketahui ada 44 rumah yang mengalami kerusakan beragam, kulai atap runtuh hingga kaca pecah. Tiga rumah yang paling dekat dengan gudang peledak Mako Brimob mengalami kerusakan paling parah dan mendapat prioritas perbaikan terlebih dahulu.

Meski demikian, kaca rumah yang pecah tampak sudah diganti oleh para pekerja bangunan. Sedangkan suara alat berat masih terdengar dari puing-puing gudang yang hanya bisa dilihat dari jauh.

"Diprioritaskan yang berat-berat dulu di lokasi yang dekat dengan kejadian. Secepat mungkin kita selesaikan," kata Karo Logistik Polda Jateng Kombes Pol M Zari, Minggu (15/9). (alg/sip)