detikNews
Jumat 13 September 2019, 08:27 WIB

Round-Up

Kala Air Bengawan Solo Sepekat Jelaga dan Merebakkan Bau Busuk

Bayu Ardi Isnanto, Arif Syaefudin - detikNews
Kala Air Bengawan Solo Sepekat Jelaga dan Merebakkan Bau Busuk Kondisi Bengawan Solo kawasan hilir di Blora. (Arif Syaefudin/detikcom)
Blora - Aliran Sungai Bengawan Solo yang melintasi wilayah Kecamatan Cepu, Blora, tercemar parah. Kondisi air berwarna hitam pekat, berbusa, bahkan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Akibatnya, aktivitas warga sekitar pun menjadi terganggu. Warga yang semula memanfaatkan air sebagai kebutuhan MCK kini tak lagi menggunakannya. Mereka khawatir terserang gatal-gatal karena kondisi air yang seperti itu.

Kondisi Sungai Bengawan Solo yang menghitam itu terjadi sejak empat hari lalu. Namun paling parah terjadi mulai dua hari yang lalu hingga saat ini. Kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas warga.


Bengawan Solo kawasan hilir, termasuk di wilayah Cepu, memang kerap menerima kondisi air yang sudah dalam kondisi tercemar, terlebih saat tiba musim kemarau. Hanya, saat ini kondisinya yang dinilai paling parah.

Saat dimintai konfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora Dewi Tejowati menengarai kondisi itu akibat pencemaran yang terjadi di hulu. Sebab, di wilayah Cepu, yang merupakan hilir, tidak ada industri ataupun aktivitas yang ditengarai menimbulkan limbah.
Kala Air Bengawan Solo Sepekat Jelaga dan Merebakkan Aroma BusukKondisi Bengawan Solo kawasan hulu di Sukoharjo. (Bayu Ardi Isnanto/detikcom)

Ia pun mengaku pihak DLH Kabupaten Blora telah melaporkan kondisi tersebut kepada DLH Provinsi untuk membantu menyelidiki penyebab tercemarnya aliran Sungai Bengawan Solo itu.

"Diperkirakan dari hulu, karena yang berada di wilayah kami di hilir tidak ada industri yang cukup besar yang membuang limbah ke sungai. Tapi dari mana, kami belum tahu, itu tugas DLH Provinsi. Kita sudah layangkan surat, kita nanti tinggal tagih saja apa sudah divalidasi ke lapangan apa belum," katanya.


Yang disampaikan oleh Pemkab Blora sepertinya terkonfirmasi oleh kondisi objektif yang terjadi di kawasan hulu. Pencemaran di Bengawan Solo kawasan hulu juga semakin parah. Menipisnya debit air aliran Bengawan Solo pada musim kemarau seperti saat ini membuat limbah pabrik, mulai tekstil hingga alkohol, menjadi lebih pekat dari biasanya.

Hal tersebut berdampak pada pengolahan air minum Perumda Air Minum (PDAM) Surakarta. Beberapa kali perusahaan tersebut harus menghentikan produksinya karena air olahan dari air baku Bengawan Solo diduga tercemar alkohol ciu.

"Pekan lalu kita sempat menghentikan produksi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Semanggi karena air bakunya tercemar etanol. Rabu kemarin juga kita berhenti produk lagi karena alasan yang sama. Kemarin malam sudah normal lagi," kata Direktur Teknik Perumda Toya Wening Surakarta, Tri Atmojo, Kamis (12/9).
Kala Air Bengawan Solo Sepekat Jelaga dan Merebakkan Aroma BusukParah! Bengawan Solo tercemar limbah. (Arif Syaefudin/detikcom)


PDAM Solo kemudian mengalirkan sumber air dari sumber mata air Cokro Tulung di Klaten untuk melayani pelanggan di Semanggi, yang biasanya dialiri air dari Bengawan Solo.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com