detikNews
Kamis 12 September 2019, 15:01 WIB

Pencemaran Parah! Air Bengawan Solo Hitam Pekat dan Berbau Busuk

Arif Syaefudin - detikNews
Pencemaran Parah! Air Bengawan Solo Hitam Pekat dan Berbau Busuk Pencemaran parah di Bengawan Solo. -- Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Blora - Aliran sungai Bengawan Solo yang melintasi Kecamatan Cepu, Blora kondisinya kini memprihatinkan. Warnanya berubah menjadi hitam pekat dan mengeluarkan bau busuk. Tak hanya itu, air juga mengeluarkan buih busa.

Salah seorang warga, Lagiono, mengatakan kondisi sungai Bengawan Solo yang menghitam itu sudah terjadi sejak 4 hari terakhir ini. Namun, paling parah terjadi mulai 2 hari yang lalu hingga saat ini. Kondisi tersebut menurutnya cukup mengganggu aktifitas warga.

"Ya jelas mengganggu, biasanya kan ini buat mandi warga, tapi warnanya hitam seperti ini jadi warga takut kalau kena gatal-gatal. Sekitar 4 hari kondisinya begini," katanya saat ditemui detikcom, Kamis (12/9/19).
Pencemaran Parah! Air Bengawan Solo Hitam Pekat dan Berbau BusukSelain hitam pekat, air bengawan juga mengeluarkan busa. -- Foto: Arif Syaefudin/detikcom


Warga lainnya, Rudi, mengakui kondisi menghitamnya aliran sungai Bengawan Solo di wilayah Cepu memang kerap terjadi utamanya saat tiba musim kemarau. Hanya saja, saat ini kondisinya yang dinilai paling parah.

"Biasanya memang kalau musim kemarau seperti ini. Hitam, baunya gak enak. Tapi ini yang sepertinya paling parah," terangnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora, Dewi Tejowati menengarai kondisi itu akibat pencemaran yang terjadi di hulu. Sebab, di wilayah Cepu yang merupakan hilir, tidak ada industri ataupun aktivitas yang ditengarai menimbulkan limbah.

"Diperkirakan dari hulu, karena yang berada di wilayah kami di hilir tidak ada industri yang cukup besar yang membuang limbah ke sungai.

Pencemaran Parah! Air Bengawan Solo Hitam Pekat dan Berbau BusukAir juga berau busuk. -- Foto: Arif Syaefudin/detikcom


Dewi mengaku pihak DLH Kabupaten Blora telah melaporkan kondisi tersebut kepada DLH Provinsi Jateng untuk membantu menyelidiki penyebab tercemarnya aliran sungai Bengawan Solo itu.

"Dari mana (sumber pencemaran), kami belum tahu, itu tugas DLH Propinsi. Kita sudah layangkan surat, kita nanti tinggal tagih saja apa sudah divalidasi ke lapangan apa belum," katanya.




Tonton video WWF Indonesia Apresiasi Gerakan Milenial Anti Plastik:

[Gambas:Video 20detik]


(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com