detikNews
Rabu 11 September 2019, 15:15 WIB

Plt Bupati Kudus Komentari Berhentinya Audisi PB Djarum

Akrom Hazami - detikNews
Plt Bupati Kudus Komentari Berhentinya Audisi PB Djarum GOR Djarum, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus (Akrom Hazami/detikcom)
Kudus - Plt Bupati Kudus M Hartopo mengomentari berhentinya audisi umum PB Djarum buntut dari polemik dengan rekomendasi KPAI. Berikut ini pernyataan Hartopo.

"Harus lanjut (audisi umum PB Djarum). Harus lanjut, kita sendiri harus merangkul dari pihak swasta. Tidak boleh (berhenti), kasihan Djarum," ujar Hartopo kepada media di sela acara bursa kerja di gedung Graha Mustika, Kecamatan Jati, Kudus, Rabu (11/9/2019).

"Djarum bersusah payah. Njenengan (Anda) tahu sendiri upaya Djarum kaya apa. Menggali potensi orang Kudus maupun orang luar Kudus supaya menjadi atlet-atlet yang bisa dikenal untuk nasional dan internasional," imbuh Hartopo.


Dia menilai upaya PB Djarum melahirkan atlet bulutangkis berprestasi sudah terbukti. Hartopo mengatakan hal yang wajar jika atletnya menggunakan atribut bertulisan 'Djarum'.

"Kecuali kalau atletnya disuruh ngerokok, disuruh apa ya, malah menjadi penyakit. Ini terpisah kok, ya wajar kalau caranya mereka di mana-mana dipakai kaus Djarum. Kan ya wajar, ya kan? Kita sendiri pada dasarnya apresiasi Djarum. Djarum harus lanjut terus," ujarnya mendukung PB Djarum.

Hartopo mengatakan Pemkab Kudus mendukung PB Djarum.


"(Pemkab Kudus) mendukung sepenuhnya. Saya sendiri dan dari pihak Djarum, anjing menggonggong kafilah berlalu. Ya, kan?" tuturnya.

Karena itu, dia meminta PB Djarum tetap optimistis melanjutkan audisi umumnya. Saat ini, menurutnya, polemik PB Djarum dengan KPAI tak perlu dibahas dulu.

"Sing penting semua pemerintah, dari Pak Presiden, Pak Gubernur, dari bupati, wali kota, semua mendukung ini semua," ujarnya.


"Tahun depan harus dilanjutkan. Harus bisa," imbuh dia.

Hartopo melihat juga banyak sisi positif penyelenggaraan audisi umum, terutama sisi ekonomi di Kudus.

"Dampak ekonomi ketika audisi banyak sekali. Hotel-hotel melati penuh kabeh (semua). Kemarin untuk short time sekarang untuk full time," ujarnya.

"Urusan kebenaran tidak boleh takut pada siapa pun," pungkas Hartopo.




Tonton video Eks Koruptor Dilarang Maju Pilkada, Mendagri Ungkit Kasus Bupati Kudus:

[Gambas:Video 20detik]


(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com