detikNews
Senin 09 September 2019, 19:35 WIB

PB Djarum Akui Penghentian Audisi Badminton Bisa Rusak Ekosistem

Akrom Hazami - detikNews
PB Djarum Akui Penghentian Audisi Badminton Bisa Rusak Ekosistem Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, di GOR Djarum Kudus, Senin (9/9/2019). -- Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - PB Djarum menyadari keputusan menghentikan audisi umum tahun depan sama saja dengan merusak ekosistem bulu tangkis yang telah terbentuk selama ini.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengatakan penghentian audisi pencarian bakat ini akan mengubah ekosistem yang telah berjalan.

"Ekosistem itu apa? Pemasaran selain audisi. Audisi ada 900 orang, yang bisa main baik tidak lebih dari 10 persen. Mereka masih belajar, kami menghargai itu," kata Yoppy ditemui awak media di kantornya, GOR Djarum, Djati, Kudus, Senin (9/9/2019).


"Itu adalah cikal bakal. Itu akan berefek pada industri bulu tangkis. Beli kaos, beli sepatu, beli raket, beli kok. Industri bisa bangkrut. Mereka punya untung kalau untung, disalurkan untuk turnamen. Itu putaran positif," bebernya.

Namun karena saat ini audisi akan dihentikan, maka itu akan merusak ekosistem. Dia menamakannya putaran negatif karena diganjal. Sehingga akan berakibat pada pemain bulu tangkis jadi sedikit.

"Sponsor penjualan turun karena malas. Even-even gak mau sponsori. Itu yang kita positif. Ini mau diambil ke arah negatif," ungkapnya.


Menurut dia, audisi yang digelar juga memberikan efek seperti ramainya kuliner lokal, penginapan, transportasi dan lainnya. Belum lagi para pekerja yang meraup untung dari audisi seperti halnya penarik kabel, pemasang sound system dan lainnya.

"Efeknya digelar audisi yaitu pengusaha kuliner panen, penginapan, transportasi. Efeknya lari ke mana-mana," ujarnya.


Audisi Bulutangkis PB Djarum Dihentikan Mulai 2020:

[Gambas:Video 20detik]


(skm/skm)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com