detikNews
Minggu 08 September 2019, 19:18 WIB

Ribuan Pesilat Nusantara dan Mancanegara Tumpah Ruah di Malioboro

Bagus Kurniawan - detikNews
Ribuan Pesilat Nusantara dan Mancanegara Tumpah Ruah di Malioboro Ribuan pesilat dari berbagai perguruan silat di Indonesia mengikuti pawai Pencak Malioboro Festival 2019, Minggu (8/9/2019). -- Foto: Bagus Kurniawan/detikcom
Yogyakarta - Sekitar 7.000 pesilat dari berbagai perguruan silat di Indonesia tumpah ruah di sepanjang Jalan Malioboro Yogyakarta. Mereka mengikuti pesta akbar 2 tahunan sekali, Pencak Malioboro Festival (PMF), Minggu (8/9/2019).

Sebelum mengikuti pawai gelaran edisi ke-6 ini, para pesilat dari berbagai perguruan di seluruh nusantara itu mengikuti berbagai acara di antaranya lomba koreografi silat yang digelar di Plaza Monumen Serangan Oemoem (SO) 1 Maret. Selain pesilat nusantara hadir pula para pesilat dari luar negeri seperti Singapura, Jepang, Malaysia, Australia dan Hungaria.

Ribuan Pesilat Nusantara dan Mancanegara Tumpah Ruah di MalioboroFoto: Bagus Kurniawan/detikcom

Ada puluhan perguruan silat yang hadir diantaranya Perisai Diri, Merpati Putih, Silat Patikaman, Melati Putih, SH Terate, Perguruan Silat Beksi dari Jakarta, Bekasi, Persilat Asad dan lain-lain.

Aksi dan atraksi berbagai jurus silat yang ditampilkan para pesilat itu menarik perhatian para wisatawan dan pengunjung di Malioboro. Ada yang menampilkan gerakan silat tangan kosong. Ada pula yang menggunakan senjata seperti pedang, golok, ruyung dan tongkat toya.

Perguruan Beladiri Tangan Kosong (Betako) Merpati Putih menampilkan para pesilat dengan mata tertutup rapat, namun berhasil mencari orang yang dicarinya setelah mendapat instruksi sang guru. Ia hanya menunjukkan ciri-ciri fisik memakai kacamata hitam dan kaos warna biru, tak lama berjalan kemudian berhasil menemukan orang tersebut yang tengah duduk di pedestrian. Selain itu juga membaca nama dan alamat KTP milik pengunjung. Itu juga dengan tepat.

Ribuan Pesilat Nusantara dan Mancanegara Tumpah Ruah di MalioboroFoto: Bagus Kurniawan/detikcom

Rangkaian acara diawali doa bersama dengan Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X di tempat start di Taman Parkir Abu Bakar Ali. Hal itu untuk meneguhkan Indonesia damai dan merekatkan kembali persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia melalui pencak silat yang merupakan warisan budaya nusantara.

"Pencak Malioboro Festival yang sudah digelar sebanyak 6 kali ini membuktikan bahwa pencak silat dengan filosofinya mampu menyatukan banyak perbedaan dalam satu kecintaan. Bahkan banyak orang luar negeri yang ingin belajar silat," kata Shinta Kertasari dari panitia Tangtungan Project, disela-sela acara.

Ribuan Pesilat Tumpah di Malioboro YogyakartaFoto: Bagus Kurniawan/detikcom

Setelah pawai di depan panggung kehormatan, tiap peserta unjuk kebolehan berbagai jurus silat. Sajian selama lebih kurang 4 jam itu menjadi daya tarik tersendiri bagi warga maupun wisatawan di Yogyakarta.

Ribuan Pesilat Nusantara dan Mancanegara Tumpah Ruah di MalioboroFoto: Bagus Kurniawan/detikcom


(skm/skm)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com