detikNews
Kamis 05 September 2019, 16:05 WIB

Cerita Warga di Grobogan, 5 Bulan Kesulitan Air Bersih

Akrom Hazami - detikNews
Cerita Warga di Grobogan, 5 Bulan Kesulitan Air Bersih Warga berburu air bersih di Dukuh Ngasem, Desa Monggot, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan. -- Foto: Akrom Hazami/detikcom
Grobogan - Musim kemarau berimbas pada krisis air bersih di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Seperti yang terjadi di Desa Monggot, Kecamatan Geyer. Di wilayah ini kekeringan terjadi hampir merata.

Kondisi kesulitan air bersih terjadi sejak hampir lima bulan lalu. Dalam kurun waktu tersebut warga harus berburu air bersih untuk memenuhi kebutuhan air. Baik itu dengan mencari air ke tempat lain, hingga membeli air dengan harga yang tak murah.

Mulyati, salah satunya. Warga RT 6 RW 5 Dukuh Ngasem, Desa Monggot ini terpaksa berburu air bersih setiap hari untuk kebutuhan lima orang anggota keluarganya.

"Ada lima orang anggota keluarga saya. Mereka kan harus mengonsumsi air bersih," ungkap Mulyati, saat ditemui, Kamis (5/9/2019).

"Sudah lima bulan itu tidak ada air bersih di sumur rumah," sambungnya.


Mulyati mencari air bersih di sumur milik tetangga yang masih ada debit airnya. Jika tidak ada airnya, maka dia bersama adiknya patungan membeli air bersih seharga Rp 170 ribu per 5 ribu liter.

"5 ribu liter bisa dipakai hingga satu minggunan," ujarnya.

Tak jauh beda diungkapkan warga lainnya, Suryati (50). Ditemui di rumahnya, perempuan ini terlihat sibuk memberi minum hewan ternaknya berupa seekor cempe. Dia memang menggunakan air untuk memberi minum ternak. Sisanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Air bisa saya pakai untuk minumi wedus (kambing), untuk mencuci baju, cuci, hingga mandi," kata Suryati.

"Kalau air bersih, saya biasanya harus mencari air di sumur dekat Perhutani dekat sini. Sekitar 1 km dari rumah," imbuhnya.

Suryati yang bekerja sebagai petani ini mengaku sumur di rumahnya tak lagi mengeluarkan air sejak tiga bulan terakhir. Maka jalan satu-satunya, kata dia, harus rajin mencari air bersih.


Warga Dukuh Ngasem lainnya, Suparti (55), juga harus rela membeli air bersih untuk kebutuhan keluarga dan hewan ternaknya berupa sapi. Sejak sebelum bulan puasa lalu, air sumur di samping rumahnya surut.

"Sebelum Ramadan sudah tidak ada air bersih. Saya harus membeli air Rp 170 ribu dapat 5 ribu liter buat konsumsi sekitar satu minggu," ungkap Suparti.

Cerita Warga di Grobogan, 5 Bulan Kesulitan Air BersihFoto: Akrom Hazami/detikcom
Ketua RW 6 Dukuh Ngasem, Desa Monggot, Slamet, mengaku memang wilayahnya yang terdiri dari delapan RT termasuk daerah krisis air. Saat ini sumur warga tidak ada airnya dan lahan sawah juga kering. Kondisi itu terjadi hampir setiap tahun.

"Setiap tahun kekurangan air bersih. Ada 362 kepala keluarga (KK) dengan warga sekitar seribuan di RW 6. Mereka kekurangan air bersih," kata Slamet di rumahnya.

Kasi Pelayanan PMI Grobogan, Gesit Kristyawan mengaku pihaknya hari menyalurkan bantuan air bersih di Desa Monggot tiga tangki total 18 ribu liter.

"Total air 95 tangki yang didistribusikan. Di 11 kecamatan di 47 desa," ujarnya.





Tonton juga video Calon Ibu Kota Baru Punya Masalah Air Bersih:

[Gambas:Video 20detik]


(skm/skm)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com