Air Kolam Renang Milik Pemkab Brebes Dikeluhkan Bikin Kulit Gatal

Imam Suripto - detikNews
Kamis, 05 Sep 2019 15:32 WIB
Kolam renang Tirta Kencana milik Pemkab Brebes. -- Foto: Imam Suripto/detikcom
Kolam renang Tirta Kencana milik Pemkab Brebes. -- Foto: Imam Suripto/detikcom
Brebes - Air kolam renang Tirta Kencana milik Pemkab Brebes, Jawa Tengah, dikeluhkan karena menyebabkan gatal pada kulit. Kondisi ini dikeluhkan para atlet renang maupun pelajar yang praktik olahraga renang.

Kolam renang yang berada di kompleks GOR Sasana Krida Adhi Karsa ini memang dijadikan pusat latihan atlet asal Kota Bawang maupun para pelajar. Namun kini mereka enggan kembali berlatih di kolam renang itu.

"Kami kerap mendapat keluhan atlet karena setelah berlatih di sini (kolam renang Tirta Kencana) mereka mengaku mengalami gatal-gatal. Imbasnya atlet kami enggan kalau berlatih di sini," kata Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kabupaten Brebes, Dedy Yohanes, Kamis (5/9/2019).


Pantauan di lokasi kolam renang tersebut tampak tidak terawat dan kotor. Air berwarna hijau karena lumut dan mesin penyaring air juga sudah bertahun tahun tidak berfungsi. Parahnya lagi air kolam ini ternyata sudah beberapa tahun lamanya tidak pernah diganti.

Pelatih renang, Rukisno Eko Saputro mengaku atletnya kerap mengeluh setelah berlatih di kolam renang tersebut. Selain membuat gatal, kondisi air kolam berwarna hijau dan kotor sehingga mempengaruhi jarak pandang saat di dalam air. Dia menduga sistem pengobatan terhadap air kolam tidak maksimal.

"Air ini sudah banyak bercampur kotoran. Mesin penyaring yang berfungsi membuang kotoran tidak berfungsi," ujar pria yang akrab disapa Eko ini.


Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Brebes, Diding Setiadi beralasan tidak terawatnya kolam renang milik Pemkab Brebes ini lantaran tidak ada anggaran untuk pemeliharaan. Beberapa kali pihaknya mengajukan anggaran namun tidak disetujui.

"Sudah beberapa kali mengajukan anggaran perbaikan tapi tidak pernah disetujui," terang Diding saat dikonfirmasi wartawan di kantornya.

Diding pun mengamini jika kolam renang tersebut sangat dibutuhkan bagi atlet renang, pelajar maupun masyarakat umum lainnya. Akan tetapi faktor anggaran memaksa pihaknya tak bisa rutin melakukan pemeliharaan.

"Memang air tidak pernah diganti. Kemudian alat penyaring tidak berfungsi lama, sehingga kotoran tidak terbuang," ujarnya.

Menurut Diding, penyaring air merupakan alat yang wajib tersedia pada kolam renang. Alat ini berguna mengolah air kolam dari air yang bercampur kotoran seperti urine menjadi air yang bersih. (skm/skm)