Iriana dan Mufidah Hadiri Pelatihan Guru PAUD Jateng-DIY di Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 05 Sep 2019 15:28 WIB
riana dan Mufidah Kalla menghadiri pelatihan guru PAUD di Solo -- Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Ibu negara Iriana Jokowi dan Mufidah Jusuf Kalla menghadiri penutupan Pelatihan Akbar Guru PAUD di Graha Saba Buana, Solo. Pelatihan diikuti ribuan guru PAUD dari Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan sebagian Jawa Timur.

Pelatihan tersebut merupakan program dari Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja yang beranggotakan istri para menteri. Ada lima hal yang ditekankan kepada guru PAUD.

"Yang pertama pendidikan karakter, parenting. Sudah puluhan ribu guru ikut dalam pelatihan ini," kata Ketua Umum OASE Kabinet Kerja, Erni Guntarti Tjahjo Kumolo dalam sambutannya, Kamis (5/9/2019).


Kedua ialah kesehatan keluarga, misalnya membiasakan mencuci tangan, memberikan gizi agar anak tidak stunting, serta deteksi dini kanker serviks dan payudara. Ketiga masalah sosial budaya, misalnya kampanye antinarkoba dan pornografi.

"Keempat adalah lingkungan bersih, terutama terkait sampah plastik. Kelima adalah lingkungan hijau, seperti menanam sayur di rumah," ujar dia.

Dalam kegiatan itu, Iriana dan Mufidah sempat meminta beberapa guru maju untuk berdialog. Mereka menanyakan apa yang akan dilakukan setelah mengikuti pelatihan tersebut.

Salah satu guru PAUD asal Boyolali, Yekti, mengatakan akan mengaplikasikan ilmu yang dia dapat selama pelatihan. Dia mengakui selama ini terdapat kesalahan ketika dia mendidik anak.

"Kemarin saya suka marah-marah karena anak di sini BAB, di sana heboh, sekarang dididik harus lebih sabar. Guru TK harus penuh cinta," katanya.


Istri Wali Kota Surakarta, Elizabeth Endang Hadi Rudyatmo, yang turut mendampingi ibu negara, mengatakan materi pelatihan selama dua hari kemarin banyak menekankan pentingnya pendidikan karakter. Sebab anak-anak zaman ini diharapkan menjadi generasi emas pada 2045.

Selain itu, masalah stunting dan sampah plastik menjadi salah satu pembahasan. Pembina Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Solo itu mengaku telah menyebarkan informasi tersebut ke kampung-kampung.

"Di Solo stunting memang masih ada, tapi sedikit, karena ibu-ibu semakin paham, sudah diberitahu lewat PKK. Penggunaan plastik, saya sendiri sudah mulai mengurangi, misalnya cucu saya sekarang pakak sedotan stainless," tutupnya. (bai/mbr)