Setelah Purworejo, Jokowi Bagikan Ribuan Sertifikat Tanah di Magelang

Setelah Purworejo, Jokowi Bagikan Ribuan Sertifikat Tanah di Magelang

Eko Susanto - detikNews
Jumat, 30 Agu 2019 18:23 WIB
Jokowi bagi-bagi sertifikat tanah di Magelang. Foto: Eko Susanto/detikcom
Jokowi bagi-bagi sertifikat tanah di Magelang. Foto: Eko Susanto/detikcom
Magelang - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan 5.000 sertifikat tanah kepada warga masyarakat Kabupaten Magelang hari ini.Acara penyerahan dilaksanakan di Stadion Gemilang.

Jokowi menyerahkan secara simbolis kepada 12 warga di Stadion Gemilang Kabupaten, Jumat (30/8/2019). Dalam kesempatan tersebut, Jokowi sempat berpesan agar sertifikat disimpan di tempat yang aman.

"Pada 2015 lalu baru 46 juta sehingga kurangnya 80 (juta) sertifikat, yang rakyat belum pegang. Kenapa lama? Karena setiap tahun hanya 500.000 yang keluar, berarti bapak/ibu kalau pingin sertifikat kalau diterus-teruskan kayak yang dulu-dulu nunggunya 160 tahun," kata Jokowi.


Kemudian untuk itu, kata Jokowi, sejak tahun 2017 pemerintah pasang target untuk masalah sertifikat tanah.

"2015 yang lalu, saya perintah ke Pak Menteri BPN, nggak bisa diterus-teruskan. Saya minta nanti dirancang betul 2017, saya minta 5 juta, 2018 saya minta 7 juta, 2019 saya minta 9 juta. Alhamdulillah selalu terlampaui terus, nyatane nggih bisa. Tapi, kita beri target sehingga siang hari ini saya ingin menyampaikan terima kasih yang sebenar-besarnya ke Pak Menteri BPN, seluruh jajaran Kanwil, kantor BPN yang ada di seluruh Tanah Air," ujarnya.

"Kerjane sakniki pagi sampai malam, kadang katanya Minggu juga kerja, mboten napa-napa (nggak apa-apa) nglayani harus seperti itu, benar ndak? Kersa (mau) 160 tahun? Jadi, tadi janjine Pak Menteri BPN, Jawa Tengah akan diselesaikan tahun 2025, tapi kalau dibantu Pak Gubernur nantinya, biaya-biaya maksudnya maju menjadi 2023. Di Jawa Tengah sendiri 20 juta sertifikat harusnya dipegang masyarakat, tetapi baru 12 juta, masih kurang 8 juta sertifikat," katanya.


Jokowi pun meminta kepada warga masyarakat yang hadir untuk bersyukur karena sudah memegang sertifikat. Menurutnya, adanya sertifikat membuat warga menjadi lebih tenang dan tentram. Sebab kepemilikan tanah sudah jelas dan sah.

"Karena apa, setiap saya ke desa, kampung, saya sering jalan ke desa, ke kampung, apa yang saya dengar, sengketa tanah, sengketa lahan, konflik tanah, konflik lahan di Sumatera, di Jawa, Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara, Papua semuanya urusan tanah karena rakyat nggak pegang ini," ujarnya.

Jokowi pun sempat berdialog dengan tiga orang warga penerima sertifikat. Dari ketiga penerima tersebut ada yang menyampaikan akan dipakai untuk agunan bank maupun di simpan. Ketiga warga pun diminta membaca Pancasila dan mendapatkan hadiah sepeda. (sip/sip)