detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 19:37 WIB

BPIP: Kurikulum Pancasila Sudah Ada di Kampus-kampus, Tapi...

Pradito Rida Pertana - detikNews
BPIP: Kurikulum Pancasila Sudah Ada di Kampus-kampus, Tapi... Plt Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Hariyono di Balai Senat UGM. -- Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Sleman -

Plt Ketua Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Hariyono angkat bicara soal pernyataan Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu tentang kurikulum Pancasila di perguruan tinggi. Menurutnya, kurikulum Pancasila sudah ada namun terkendala substansi penyampaian.

"Sudah, sebenarnya (kurikulum) Pancasila yang sudah ada di kampus sudah ada dalam peraturan Perundang-undangan Nomor 12 Tahun 2012," kata Hariyono saat ditemui di Balai Senat UGM, Kamis (15/8/2019) sore.

"Sekarang masalahnya substansi materi Pancasila di kampus itu sesuai dengan dinamika zaman atau tidak. Terus metodologi penyampaiannya, ceramah saja atau harus ada contoh semacam ada pilot project atau management project seperti belajar Pancasila tidak harus di kelas tapi bisa di pasar," sambungnya.
Penyampaian materi Pancasila di luar kelas, kata Hariyono, untuk mengetahui secara langsung apakah nilai-nilai Pancasila benar-benar meresap dalam kehidupan sehari-hari.

"Seperti di pasar, kenapa ada pedagang yang bisa kuasai hulu dan hilir, itu berarti kan bertentangan dengan sila kelima," ucapnya.

Diketahui, Menhan Ryamizard memiliki saran agar paham radikal tidak berkembang di perguruan tinggi tanah air. Salah satu caranya dengan memasukkan kurikulum Pancasila di kampus.

"Lha ini alat untuk menyaringnya, harus ada kurikulum Pancasila," ujar Ryamizard seusai mengisi kuliah umum di Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, Selasa (13/8) lalu.

Tak hanya itu, Ryamizard juga menyarankan pihak kampus menerapkan aturan tegas terhadap kelompok berpaham radikal yang berkeliaran di kampus. Ia meminta kelompok berpaham radikal di kampus dikeluarkan.

"Tidak suka Pancasila, keluar. Itu sudah dilaksanakan di Unhan (Universitas Pertahanan Indonesia), ada beberapa orang tidak suka (Pancasila) keluar!" tegasnya.



Menhan: Kalau Pancasila Diotak-Atik, Bangsa Akan Lemah:

[Gambas:Video 20detik]


(skm/skm)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed