detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 16:59 WIB

Paguyuban Angkot Tolak Bus Trans Jateng Kendal-Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Paguyuban Angkot Tolak Bus Trans Jateng Kendal-Semarang Spanduk penolakan Bus Trans Jateng Kendal-Semarang. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan mengoperasikan Bus Trans Jateng dari Kendal sampai kawasan industri Wijaya Kusuma Semarang. Namun ternyata rencana itu menuai protes.

Protes terlihat dari sejumlah spanduk penolakan yang terpasang di jalur Pantura perbatasan Kendal-Semarang termasuk di pagar terminal Mangkang, Semarang. Spanduk-spanduk itu bertuliskan bermacam tuntutan antara lain, "Kami menolak operasional Trans Jateng Masuk Kota Semarang," kemudian "Pak Gubernur pripun niki? Dishub Prov. Jateng sapenake dewe".

Dalam spanduk tercantum tertanda paguyuban angkot C9, R4, dan R6. Ketua Paguyuban Angkot C9, Djoko Triharjanto membenarkan pihaknya memasang spanduk itu karena Dishub Jateng belum ada rembugan soal operasional Trans Jateng koridor III itu.

"Tidak ada rembugan, tidak ada soialisasi. Dulu itu awalnya Tawang-Demak, gagal. Ini (Kendal-Semarang) tahu-tahu sudah ada pemenang lelang," kata Djoko saat dimintai konfirmasi detikcom, Kamis (15/8/2019).

Tanpa adanya rembugan, Djoko khawatir para penumpang angkutan umum bakal berkurang. Padahal selama ini, lanjut Djoko, penumpang mereka adalah buruh pabrik asal Kendal yang berhenti di Mangkang kemudian mereka angkut ke kawasan industri.


"Di sisi lain masyarakat diuntungkan, tapi kami ini juga masyarakat, dirugikan. Setidaknya rembugan dulu agar sama-sama bisa makan," tegasnya.

Pihak BRT Trans Semarang ternyata juga belum diajak rembug soal rencana pengoperasian Trans Jateng koridor III tersebut. Kepala BLU Trans Semarang, Ade Bhakti mengatakan padahal secara rute Trans Semarang sudah terhubung dari perbatasan dan bisa diintregasikan.

Bus Trans Jateng Kendal-Semarang diprotes paguyuban angkot.Bus Trans Jateng Kendal-Semarang diprotes paguyuban angkot. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

"Dalam perencanaan kami sama sekali tidak pernah diajak duduk bareng dalam penyusunan rute Trans Jateng koridor III ini. Padahal secara rute harusnya bisa dibuat saling terkait karena Trans Semarang sudah terhubung dengan semua simpul di perbatasan Kota Semarang dengan Kabupaten sekitar," jelas Ade.

Integrasi sebenarnya bisa dilakukan, Ade mencontohkan jika penumpang dari Kendal naik Trans Jateng, maka di terminal Mangkang transit ke Trans Semarang. Soal tarifnya, kata Ade, bisa tetap murah dengan saling berkoordinasi dan integrasi.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo merespon protes dari paguyuban angkutan umum. Menurutnya protes tidak harus dengan spanduk, ia mempersilakan paguyuban tersebut bertemu dirinya atau Dishub Jateng langsung.

"Ngobrol aja nanti, diajak berembug agar nolaknya dasarnya apa, biar bisa saling melengkapi, saya rasa tidak ada yang tidak bisa diajak berembug," kata Ganjar.

Ia juga meminta Kepala Dishub Provinsi Jawa Tengah bisa menjelaskan soal rencana Trans Jateng Koridor III itu. Menurut Ganjar kemudahan transportasi bagi buruh merupakan janji politiknya dulu.

"Yang tidak setuju datang saja, Kepala Dinas Perhubungan sudah saya minta bicara soal itu," tegasnya.
(alg/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed