detikNews
Kamis 15 Agustus 2019, 13:07 WIB

Melihat Penjamasan Keris dan Trisula Peninggalan Sunan Kudus

Akrom Hazami - detikNews
Melihat Penjamasan Keris dan Trisula Peninggalan Sunan Kudus Penjamasan pusaka peninggalan Sunan Kudus -- Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) hari ini melakukan tradisi penjamasan atau membersihkan benda-benda peninggalan Sunan Kudus. Dua jenis tradisional yang dijamas adalah sebilah keris dan trisula (tumbak bermata tiga).

Tidak seperti lazimnyapenjamasan senjata tradisional pada umumnya yang dilakukan pada bukanSuro atau Muharam,jamas pusaka peninggalan Sunan Kudus secara rutin di bulan Zulhijah setiap tahunnya. Tepatnya selalu dilakukan di hari Senin atau Kamis pertama setelah hari Tasyrik (tanggal 11, 12, dan
Melihat Penjamasan Keris dan Trisula Peninggalan Sunan KudusPenjamasan pusaka peninggalan Sunan Kudus -- Foto: Akrom Hazami/detikcom

Prosesi penjamasan dilakukan di sebuah tajug, bangunan mirip gazebo, yang terletak di dekat pintu utama makam Sunan Kudus. Prosesi penjamasan dilakukan oleh tim khusus yang dipimpin oleh Kiai Fakihudin.

"Sebenarnya ada masukan agar tidak setiap tahun dijamas. Karena ini bagian dari pelestarian budaya, disepakati setiap tahun dijamas mengingat itu adalah kebiasaan sesepuh turun temurun," kata Ketua YM3SK, M Nadjib Hassan, Kamis (15/8/2019).


Melihat Penjamasan Keris dan Trisula Peninggalan Sunan KudusMenurunkan pusaka dari tempat penyimpanan -- Foto: Akrom Hazami/detikcom

Pejamasan dilakukan dengan bahan-bahan khusus untuk membersihkan besi senjata tradisional. Beberapa di antara yang disiapkan untuk menjamas atau membersihkan besi dari kotoran yang menempel adalah air kelapa yang sudah dicampur abu merang ketan hitam, air jeruk dan bubuk warangan untuk menjaga besi agar tidak berkarat.

"Warangan ini kita minta secara khusus dari Keraton Solo," ujar Nashib.


Setelah itu benda-benda pusaka itu diberi wewangian. Setiap tahun wewangian itu juga dikirim dari Keraton Solo, namun tidak pada tahun ini. "Kita siasati dengan parfum bebas alkohol dari Mekah, Arab Saudi," lanjutnya.
Melihat Penjamasan Keris dan Trisula Peninggalan Sunan KudusDua trisula peninggalan Sunan Kudus -- Foto: Akrom Hazami/detikcom

Kegiatan juga diisi dengan bacaan Alquran, tahlilan yang diikuti tokoh ulama setempat. Prosesi penjamasan itu sama sekali tidak mengganggu para pengunjung atau peziarah makam Sunan Kudus yang masuk lewat pintu yang lain.

Senjata tradisional peninggalan ulama salah satu penyebar utama Islam di Jawa tersebut adalah sebilah keris yang diberi nama Kiai Cinthaka, dua bilah trisula (tumbak bermata tiga).
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed