Merasa Sudah Lebih Mampu, Puluhan Warga Gunungkidul Mundur dari PKH

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 06 Agu 2019 15:12 WIB
Puluhan warga di Gunungkidul mundur sebagai penerima bantuan program keluarga harapan (PKH). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Puluhan warga mandiri Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul menyatakan mundur sebagai bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Hal itu karena mereka kini mampu mengembangkan usaha dan menghasilkan penghasilan sendiri.

Salah satu peserta deklarasi menolak bantuan kemiskinan, Hartini (40) mengatakan, bahwa ia telah menerima bantuan program keluarga harapan (PKH) sejak tahun 2017. Menurutnya, ia menerima bantuan PKH karena keluarganya masuk kategori keluarga prasejahtera.

"Terus setelah dapat pendampingan saya sedikit demi sedikit mulai buat usaha keripik talas, uangnya dari bantuan PKH itu," katanya.

Hal ini disampaikan Hartini di sela acara bertajuk Deklarasi Revolusi Mental 'Warga Mandiri Tolak Bantuan Kemiskinan di Wilayah Kecamatan Gedangsari' di Kantor Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (6/8/2019).


Warga Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari ini melanjutkan, seiring berjalannya waktu usaha kripik talasnya semakin berkembang. Bahkan, dari usahanya itu ia mulai memperoleh penghasilan untuk membantu perekonomian keluarganya.

"Sekarang saya sudah bisa buka warung (kripik talas) di dekat Polsek (Gedangsari) dan hasilnya lumayan. Ditambah suami juga sudah bekerja, dan itu membuat ekonomi keluarga membaik," ujarnya.

"Nah, karena sudah merasa mampu mencukupi kebutuhan keluarga, akhirnya saya mengundurkan diri dari peserta penerima bantuan. Jujur, saya malu, masak sudah mampu masih menerima bantuan, apalagi di luar sana masih banyak keluarga yang benar-benar membutuhkan tapi tidak dapat bantuan," imbuh Hartini.

Warga lainnya, Sutarti (41) menjelaskan, bahwa ia telah mengajukan pengunduran diri dari penerima bantuan PKH sejak bulan Juli 2019. Hal itu karena saat ini suaminya telah memiliki usaha sendiri.


"Saya dapat bantuan sejak tahun 2017, dapatnya kan 4 kali, 3 kali itu menerima Rp 500 ribu dan 1 kali Rp 300 ribu. Terus setelah suami buka usaha sendiri dan alhamdulilah berjalan lancar akhirnya saya memutuskan untuk berhenti sebagai penerima bantuan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Gedangsari, Imam Santoso menambahkan deklarasi revolusi mental ini diikuti oleh 30 warga. Menurutnya, jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya kesadaran warga akan kondisi perekonomiannya.

"Jumlah warga yang keluar dari PKH ada 80 orang lebih, tapi yang hadir dan ikut deklarasi hanya 30 orang karena keterbatasan tempat," ucapnya.

"Setelah ini, kami akan terus galakkan pendekatan kepada warga penerima PKH yang benar-benar sudah mampu. Semua itu agar mereka sadar dan punya keinginan untuk lepas dari bantuan PKH," sambung Imam.

Sementara itu Bupati Kabupaten Gunungkidul, Badingah mengapresiasi deklarasi puluhan warga Kecamatan Gedangsari yang menolak bantuan kemiskinan karena perekonomiannya sudah berkembang. Bahkan, Badingah akan menularkan deklarasi ini ke seluruh Kecamatan di Gunungkidul.

"Ini Kecamatan pertama yang deklarasi menolak bantuan (PKH) karena sudah mampu, saya sangat bangga dan memberi apresiasi setinggi-tingginya untuk mereka. Apa yang saya dapat di sini akan saya sosialisasikan ke seluruh Kecamatan di Gunungkidul agar mereka juga berani membuat deklarasi seperti ini," katanya. (sip/sip)