Ekskavasi di Magelang Temukan Candi Petirtaan Terbesar se-Jateng

Eko Susanto - detikNews
Jumat, 02 Agu 2019 14:13 WIB
Ekskavasi candi petirtaan di Mantingan, Magelang. Foto: Eko Susanto/detikcom
Magelang - Hasil ekskavasi Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah di Mantingan, Salam, Kabupaten Magelang, mengindikasikan temuan Candi Petirtaan. Ukuran candi petirtaan ini disebut terbesar di Jawa Tengah.

Pengkaji Cagar Budaya BPCB Jawa Tengah, M Junawan mengatakan, sudah ditemukan dua sudut dari struktur candi yaitu sudut sisi timur dan barat. Temuan ini mengindikasikan bangunan candi yang bernama Situs Candi Petirtaan Mantingan ini merupakan tipe leter U.

"Pada saat ini telah kita temukan dua sudut dari struktur yang kita telusuri yaitu sudut sisi timur dan barat. Ini mengindikasikan merupakan bangunan candi petirtaan yang dengan tipe leter U," kata Junawan di sela-sela ekskavasi di Dusun Mantingan, Desa Mantingan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang, Jumat (2/8/2019).

Ekskavasi candi petirtaan di Mantingan, MagelangEkskavasi candi petirtaan di Mantingan, Magelang. Foto: Eko Susanto/detikcom

Junawan menjelaskan bahwa candi Petirtaan berfungsi untuk ziarah penyucian diri sebelum memasuki bangunan suci.

Bangunan candi yang ditemukan memiliki panjang 22,5 meter dengan ukuran lebar yang masih ditelusuri hingga saat ini.


"Ini yang paling besar di Jawa Tengah. Karena beberapa Candi Petirtaan yang kita temukan itu rata-rata berukuran 4 sampai 6 meter," katanya.

Ekskavasi candi petirtaan di Mantingan, Magelang.Ekskavasi candi petirtaan di Mantingan, Magelang. Foto: Eko Susanto/detikcom

"Dari hasil rekontruksi yang kita lakukan ini sudah berhasil menemukan komponen batu yang kira-kira sembilan lapis, dengan ketinggian lebih dari 2,5 meter. Ini dengan ornamen batang yang detail, kualitas batu baik, dengan ukiran-ukiran yang sangat baik juga," ujar Junawan.


Dari ekskavasi ini juga ditemukan saluran air baik keluar maupun masuk melalui pancuran.

"Kalau dari tanggalan absolut kita belum menemukan bukti-buktinya sehingga kita melakukan pendekatan dengan pertanggalan relatif yaitu dengan profil candinya sesuai dengan pada masa klasik pertengahan perkiraan angka tahun 800-950-an jadi bisa dikatakan dari abad IX," katanya. (sip/sip)