Produksi Singkong di Wonogiri Turun, Petani Pilih untuk Pakan Ternak

Aris Arianto - detikNews
Senin, 29 Jul 2019 18:44 WIB
Foto: Aris Arianto/detikcom
Wonogiri - Produksi singkong alias ketela pohon di Wonogiri tahun ini turun drastis hingga 60 persen. Dampaknya banyak petani memanen singkong hanya untuk pakan ternak.

"Produksi singkong kami turun sampai 60 persen. Biasanya satu tanaman singkong bisa dapat 3 kilogram, sekarang hanya dapat 2 kilogram," ungkap Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Gunturharjo, Kecamatan Paranggupito Jimin kepada detikcom, Senin (29/7/2019).

Dia mengatakan, musim hujan tahun ini berlangsung sangat singkat. Hujan hanya turun sekitar tiga bulan. Akibatnya, tanaman singkong tidak bisa berproduksi maksimal, saat pertumbuhan pasokan air sudah tidak ada.

"Singkong minim, umbinya kecil-kecil karena tidak ada hujan. Kacang tanah juga habis tidak ada isinya," kata dia.



Secada terpisah, Kepala Desa Paranggupito Dwi Hartono menuturkan, produksi singkong dan hasil bumi lain seperti kacang tanah di desanya juga menurun dibandingkan tahun ini. Satu tanaman singkong biasanya bisa menghasilkan 3-4 kilogram singkong.

"Sekatang di musim panen ini hanya bisa memperoleh 2-3 kilogram singkong. Bahkan terkadang tidak ada umbinya, akhirnya cuma dipakai buat pakan ternak," ujar dia.

Kondisi tersebut jelas Dwi membuat perekonomian petani di daerah rawan kekeringan semakin tertekan. Sebab, hasil bumi berupa kacang tanah dan singkong serta tanaman palawija lainnyag menjadi andalan untuk bertahan hidup di musim kemarau.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Wonogiri, Safuan membenarkan adanya penurunan produksi singkong tahun ini. Menurut dia luasan lahan tanaman singkong mencapai kisaran 50.000-60.000 hektare tersebar di Kecamatan Paranggupito, Pracimantoro, Giritontro, Ngadirojo, Giriwoyo, Batuwarno, dan Kismantoro.
(bgk/bgs)