Round-Up

Wabup Jadi Plt Bupati Kudus, KPK Cari Tambahan Bukti Suap M Tamzil

Akrom Hazami - detikNews
Senin, 29 Jul 2019 09:11 WIB
Tim KPK geledah Kompleks Kantor Pemkab Kudus -- Foto: Akrom Hazami/detikcom
Kudus - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih terus mencari tambahan-tambahan alat bukti kasus jual-beli jabatan yang menyeret Bupati Kudus, M Tamzil dan sejumlah pejabat lainnya. Sementara itu Gubernur Jateng telah menunjuk Wabup Hartopo sebagai Plt Bupati.

Tim KPK menggeledah sejumlah di kompleks Kantor Bupati Kudus, selama 7 jam pada Minggu (28/7) kemarin. Ruangan staf khusus bupati, kantor Badan Pengelola, Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD), ruang Sekda, kantor Bagian Organisasi, kantor Disdukcapil Kudus, rumdin Sekda, hingga mobil Terrano yang diduga milik Tamzil.


Di lain tempat, atau bukan di kompleks kantor Setda, ada titik lain digeledah. Yakni kantor Dinas Pariwisata, Dinas PUPR, rumah Akhmad Sofyan, Plt Sekretaris Dinas DPPKAD Kabupaten Kudus.

"Ada beberapa yang sempat diambil. Ada, ada.Tetap ada. Mulai dari flasdisk, sampai dokumen-dokumen atau arsip. Yang saya sendiri kurang banyak memerhatikan," kata Wabup, M Hartopo, di sela-sela mendampingi tim dari KPK.

Dari lokasi yang digeledah, KPK memang terlihat menyita beberapa dokumen dan barang lain, yang dimasukkan kardus, kopor, hingga kantung plastik. Barang-barang dimasukkan dalam bagasi mobil.


Sementara untuk kantor yang disegel, KPK telah melepasnya. Sehingga hari ini ruangan bisa dipakai untuk kerja seperti biasa. KPK menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus jual beli jabatan ini, yaitu Bupati Kudus M Tamzil, staf khusus Bupati Kudus Agus Seoranto dan Plt Sekretaris Dinas DPPKAD Kabupaten Kudus, Akhmad Sofyan.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo Minggu malam datang ke Kudus. Salah satu agendanya adalah menetapkan M Hartopo menjadi Plt Bupati.


"Besok pagi beliau (Wabup Hartopo) akan jadi Plt (Plt bupati). Surat malam ini sudah saya tanda tangani dan saya minta besok harus terjadi perubahan besar di seluruh lini," kata Ganjar di Kudus, Minggu malam. (mbr/mbr)