detikNews
Kamis 25 Juli 2019, 16:55 WIB

Ada Sumur Keramat di Lokasi Ibu-anak Dirikan Tenda di Hutan

Robby Bernardi - detikNews
Ada Sumur Keramat di Lokasi Ibu-anak Dirikan Tenda di Hutan Foto: Robby Bernardi/detikcom
Pekalongan - Seorang ibu dan anak membuat tenda di kawasan hutan rakyat di Desa Bukur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Lokasi itu ada tempat bernama Batu Sumur Munding yang dianggap keramat oleh warga.

Masyarakat sekitar hutan tidak banyak yang mengetahui. Namun ada warga luar daerah yang datang ke Batu Sumur. Setelah bertemu juru kunci biasanya diminta untuk tinggal di kawasan itu beberapa hari. Tujuannya untuk melakukan tirakat.

Lokasi sekitar Batu Sumur Munding sendiri sebagian merupakan hutan masuk wilayah KPH Pekalongan timur. Sebagian lagi tanahnya milik warga perorangan dalam bentuk alas. Warga yang datang ke lokasi akan menemui juru kunci yakni Rismanto.

"Mereka akan melakukan arahan dari juru kunci. Salah satu arahanya yakni membisu atau tidak banyak omong. Pada jam tertentu mereka akan menuju ke Batu Sumur Munding untuk lelaku," katanya.
Ada Sumur Keramat di Lokasi Ibu-anak Dirikan Tenda di HutanFoto: Robby Bernardi/detikcom

Saat detikcom mencoba ke lokasi Batu Sumur Munding yang dimaksud, memang suasana seperti berada di pinggiran hutan. Untuk menuju lokasi harus dilakukan dengan berjalan kaki karena tidak ada akses motor untuk melintas.

Batu Sumur Munding sendiri merupakan gundukan batu besar yang ditengahnya terdapat lubang yang berisi air. Karena inilah batunya disebut sebagai Batu Sumur Munding.

"Disinilah warga akan melakukan tirakat bahasaya seperti semedi atau lainnya, selama disini mereka tidak boleh diganggu biar khusuk," tambah Herman.

Sedangkan untuk mencukupi kebutuhan hidup selama lelaku di lokasi akan dicukupi oleh juru kunci, termasuk urusan makan dan minum.

"Nah kebetulan lokasi ini belum banyak dikenal di sekitar sini, makanya kemarin ada warga yang laporan terkait adanya aktivitas yang diangap mencurigakan," kata Herman.

Menurutnya lokasi tersebut memang jarang diketahui banyak orang sebagai tempat lelaku seseorang. Kebanyakan yang datang justru warga-warga dari luar kota.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kepolisian menerima laporan adanya orang yang beraktivitas di tepi hutan yang cukup jauh dari dusun. Setelah dilakukan pengecekan orang tidak dikenal ini mengaku sebagai ibu-anak yang tengah melakukan lelaku/tirakat.

Mereka itu adalah Thymotius Ghilwan Icko Vernandesh (39) warga Kelurahan Sumurpanggang Kecamatan Margadana, Kota Tegal dan seorang ibu bernama T. Winarsih (58) yang merupakan ibu kandung warga Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Selain itu, istri Thymotius yakni Indri Hafsari (40) warga Desa Bojong Koneng Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat juga datang menyusul ke lokasi setempat untuk melihat kondisi keduanya.

Thymotius bersama ibunya T. Winarsih sudah 10 bulan berada di lokasi itu. Selama 6 bulan terakhir ini tinggal menetap dengan membuat tenda dari bahan terpal plastik. Namun sebelumnya hanya datang dan tinggal beberapa hari, kemudian pergi dan datang lagi. Karena tinggal lama di kawasan hutan itu membuat warga curiga dan kemudian melaporkan ke kepala dusun dan polsek setempat.

(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com