detikNews
Selasa 16 Juli 2019, 13:00 WIB

UGM Uji Coba Drone Amphibi untuk Pantau Daerah Rawan Bencana

Pradito Rida Pertana - detikNews
UGM Uji Coba Drone Amphibi untuk Pantau Daerah Rawan Bencana UGM Ujicoba Drone Amphibi di Bantul. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Bantul - UGM terus melakukan penelitian dalam hal pemetaan wilayah rawan bencana, khususnya dari udara. Antara lain dengan mengembangkan wahana unmanned aerial vehicle (UAV) yang mampu take off dan landing di atas air.

Guna menguji hasil penelitiannya itu, UGM menguji coba dua unit UAV bernama Amphibi Gama V2 di laguna Pantai Samas, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Bantul. Dari uji coba itu, ada beberapa hal yang menjadi evaluasi UGM untuk mengembangkan UAV agar lebih baik.

Ketua Tim Peneliti untuk penelitian UAV, Tri Kuntoro Priyambodo mengatakan, pengembangan UAV pertama kali dilakukan pada tahun 2015. Menurutnya, pengembangan UAV bermaksud untuk membantu monitoring dan memetakan kondisi gunung berapi aktif di Indonesia.

"Selain itu juga untuk mendukung kesiapsiagaan tanggap bencana, baik dalam hal mitigasi dan surveillance," ujarnya saat ditemui di Pantai Samas, Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Bantul, Selasa (16/7/2019).


Lanjut Dosen Fakultas MIPA UGM ini, ide mengembangkan UAV amphibi bermula saat timnya melakukan pemotretan dari udara untuk menganalisis potensi dan risiko bahaya banjir di wilayah Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Saat itu, timnya mengalami kesulitan untuk menerbangkan UAV karena terkendala minimnya area yang datar.

"Di sana (Kalimantan Utara) sulit cari tempat lapang untuk take off dan landing, dan adanya hanya semak-semak dan rawa. Terus kami kepikiran untuk mengembangkan UAV yang bisa take off dan landing di air," kata Tri.

Seiring berjalannya waktu, Tri dan timnya mengembangkan UAV amphibi yang dinamai UAV Amphibi Gama V2 bertipe fixed wings. Menurutnya, UAV Amphibi Gama V2 adalah pengembangan dari pesawat UAV Gama UX 628.


Pesawat generasi kedua ini memiliki kemampuan terbang selama kurang lebih 40 menit untuk jangkauan jelajah 40 kilometer, dengan ketinggian jelajah maksimal 1.200 meter. Tak hanya itu, Amphibi Gama V2 juga mempunyai kecepatan maksimal pesawat 25 meter per detik, kecepatan jelajah pesawat 13 meter per detik serta kecepatan minimal 8 meter per detik.

Tri menjelaskan, UAV amphibi Gama V2 memiliki panjang 1.350 mm dengan bentang sayap 2.000 mm. Adapun bodi pesawat dibuat menggunakan bahan material komposit. Sementara untuk kapasitas daya baterai LiPo 11.000 mAh. Sedangkan untuk kapasitas muatan 1,5 Kg dan beban muatan maksimal untuk take off 6 Kg.

"Pesawat ini juga dilengkapi dengan sensor akselerometer, sensor gyroscope, sensor barometer, sensor air speed, serta sistem navigasi GPS," ucapnya.

Sementara untuk sistem penggerak menggunakan motor brushless dan kendali dengan motor servo. Pesawat juga dilengkapi dengan mikroprosesor, kontrol manual berupa remote 2.4 Mhz, dan komunikasi telemetry 433 Mhz.


"Dengan kemampuan amphibi ini, UAV menjadi wahana yang luwes untuk memonitoring berbagai jenis bencana, termasuk banjir, tanah longsor, kekeringan, kebakaran dan angin ribut," imbuhnya.

Terkait hasil uji coba hari ini, Tri mengaku cukup puas, meski UAV amphibinya tadi sempat mengalami gagal landing. Tri mengatakan, hal itu menjadi evaluasi khusus timnya untuk mengembangkan UAV amphibi menjadi lebih baik ke depannya.

"Sudah diuji terbang, take off dan landing oke meski karena angin besar yang pertama tadi tidak berhasil landing. Untuk yang kedua berhasil landing tapi miring tadi, tapi secara umum teknologi ini sudah memuaskan," ucap Tri.

"Ke depannya kami akan melakukan penyempurnaan (UAV amphibi) yaitu mengganti kerangka dengan bahan bambu. Selain konstruksinya, kami juga akan perbaiki controllernya, jadi saat take off bisa dipindahkan ke automatic dan bisa terbang maupun kembali secara mandiri," imbuh Tri.

Simak Video "Formasi Unik saat PPSMB UGM Dapat Apresiasi dari Addie MS"
[Gambas:Video 20detik]

(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com