detikNews
Selasa 16 Juli 2019, 09:14 WIB

Ada Rezeki Bagi Penggali Sumur Gowak di Kudus Saat Musim Kemarau

Akrom Hazami - detikNews
Ada Rezeki Bagi Penggali Sumur Gowak di Kudus Saat Musim Kemarau Menggali sumur darurat atasi kekeringan di Kudus. (Foto: Akrom Hazami/detikcom)
Kudus - Musim kemarau berdampak pada kekeringan hingga berujung pada krisis air. Di Kecamatan Undaan, Kudus, Jawa Tengah. Warga berinisiatif membuat sumur darurat.

Sampai saat ini, sekitar puluhan sumur darurat yang dibuat warga Undaan, Kudus. Sumur tersebut digunakan untuk mengairi areal pertanian maupun mencukupi kebutuhan air bersih bagi keluarganya. Sumur darurat itu biasa disebut sumur gowak.

Kondisi ini menjadi berkah tersendiri bagi si pembuat sumur darurat. Salah satunya adalah Sundono (55) warga Desa Glagahwaru, RT 5 RW 3, Kecamatan Undaan, Kudus. Pak Sundon, begitu sapaan akrabnya, mengaku telah mendapatkan order buat sumur sejak awal Juni.

"Saya sudah mendapatkan tawaran mengerjakan membuat sumur gowak atau sumur darurat sejak Juni. Total sampai sekarang sudah ada 25 sumur yang saya buat di Kecamatan Undaan," kata Sundon, Selasa (16/7/2019).


Menurut Sundon, lokasi pembuatan sumur yang ditanganinya berada di Desa Terangmas, Desa Glagahwaru dan Desa Undaan Kidul. "Di tiga desa tadi. Kedalaman sumur 6 meter dan diameter 1 meter," terang Sundon.
Ada Rezeki Bagi Penggali Sumur Gowak di Kudus Saat Musim KemarauPak Sundon, penggali sumur gowak. (Foto: Akrom Hazami/detikcom)

Untuk membuat satu sumur, pria yang telah menekuni keahliannya 20 tahun lebih itu mengaku menghabiskan waktu sekitar 12 jam. Dalam bekerja, dia mendapatkan bantuan seorang rekan satu desanya.

Dia hanya menggunakn alat sederhana yaitu berupa cangkul khusus bermata tiga, cangkul biasa, serta satu ember. Dengan bayaran per meternya adalah Rp 50 ribu.

"Per sumur kadang 6 meter, kadang keluar kadang tidak. Per meter 50 ribu. Dengan penggarapan sekitar 12 jam. Kalau tidak keluar airnya, saya tetap dibayar. Tapi ya tergantung kesepakatan sebelumnya. Antara saya dengan si pemesan pembuatan sumur," imbuh dia.


Dia biasanya telah menentukan titik-titik yang kemungkinan akan keluar air. Dia punya cara sendiri yakni dengan memasang tiga daun pisang secara terpisah di titik yang ditentukannya.

"Ada tiga daun pisang yang saya taruh di titik yang saya perkirakan akan keluar airnya. Daun dipasang di atas tanah sehari sebelumnya. Di atasnya saya beri lilin yang menyala. Esoknya saya buka daunnya. Kalau daunnya basah, maka di situlah terdapat sumber air," ungkap Sundon.

"Itu cara yang saya lakukan kalau lokasinya bukan di sawah. Kalau di sawah malah lebih mudah. Tinggal mencari lubang ketam. Di situ saya gali, kemungkinan besar akan keluar airnya," tambah dia.

Bagaimana kalau tidak berhasl keluar air di sumur yang dibuatnya? "Kadang 6 meter belum ada. Kadang 4 meter sudah ada airnya. Kalau tidak berhasil, ya geser ke tempat lain," tandasnya enteng.

Seorang yang pernah memesan Sundon membuatkan sumur darurat, adalah Seri warga Desa Glagahwaru RT 1 RW 3. "Saya minta dibuatkan sumur gowak oleh Pak Sundon sekitar 5 Juni. Saya buat sumur untuk Irigasi sawah," kata Seri.

Simak Video "BNPB: 7 Provinsi Dilanda Kekeringan"
[Gambas:Video 20detik]

(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com