detikNews
Senin 15 Juli 2019, 22:27 WIB

Pelindo III Jamin Pelayanan Tetap Jalan Pasca Crane Roboh

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Pelindo III Jamin Pelayanan Tetap Jalan Pasca Crane Roboh Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Pelindo III menjamin pelayanan operasional bongkar muat di Terminal Petikemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang tetap lancar pasca insiden kapal MV Soul of Luck menabrak container crane (CC) nomor 03 hingga roboh.

"Ada 2 tahap yang akan dilakukan untuk menormalkan kembali operasional di TPKS yaitu pertama pada saat proses evakuasi CC 03 (selama 4-5 hari ke depan) memastikan semua layanan jadwal tambat kapal internasional (windows schedule) tidak ada yang pindah hari, hanya bergeser jam," kata Direktur Utama Pelindo III Doso Agung dalam siaran persnya, Senin (15/7/2019).

Tahap berikutnya adalah memindahkan CC 08 dari dermaga Utara ke dermaga Selatan, yang membutuhkan waktu kira-kira 2 minggu. Sehingga jadwal jadwal pelayanan kapal petikemas internasional dan domestik di TPKS akan beroperasi normal seperti sedia kala.

"Apabila setelah relokasi CC tersebut terjadi penurunan kinerja pada terminal domestik akan dilakukan penambahan peralatan, sebelum CC pengganti tiba," tambah Doso.

Sementara itu Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas 1 Tanjung Emas, Ahmad Wahid menjelaskan terkait keterlibatan kapal tunda milik Pelindo III dalam peristiwa yang terjadi hari Minggu (14/7) kemarin.

"Keberadaan kapal pandu dan kapal tunda dalam setiap proses penyandaran kapal ke dermaga merupakan hal yang wajib dilakukan untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran di pelabuhan. Jadi adanya keterlibatan tersebut merupakan prosedur yang benar," kata Ahmad.

Berdasarkan analisa awal dan mendengar pengakuan saksi-saksi mata, lanjut Ahmad, insiden kemungkinan besar disebabkan akibat gagal berfungsinya mesin kapal untuk melambatkan laju kapal, ketika bermanuver di kolam pelabuhan. Sehingga akhirnya tetap menabrak dermaga dan CC. Dua kapal tunda yang mencoba membantunya saat itu pun gagal memperlambat karena jarak dengan dermaga sudah terlampau dekat, sehingga benturan dengan crane tidak dapat dihindari.

"Ini murni kecelakaan, tidak ada kesengajaan dan kelalaian," tegasnya.

Ia menambahkan semua pihak tetap harus menunggu hasil dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab pasti dari insiden itu.

Ketua DPC INSA Semarang Ridwan menambahkan, pihaknya mengapresiasi cepatnya penanganan sehingga 3 jam pasca kejadian pelayanan sudah berjalan.

"Hanya butuh 3 jam untuk kembali beroperasi normal atau sekitar setengah sembilan malam sudah dikerjakan lagi. Ketika insiden terjadi juga ada kapal anggota kami lainnya yang sedang bongkar muat. Semua akhirnya lancar," kata Ridwan.

"Bahkan minggu depan kami diajak simulasi dengan 6 crane yang beroperasi di TPKS agar produktivitasnya tetap baik. Semoga penanganan segera terlaksana dengan baik," imbuhnya.


Simak Video "Nikmatnya Asem-asem Legendaris di Semarang"
[Gambas:Video 20detik]

(alg/bgk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com