detikNews
Minggu 14 Juli 2019, 19:02 WIB

Sempat Terhadang Biaya dan Jarak, Pasha Akhirnya Daftar Sekolah Swasta

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sempat Terhadang Biaya dan Jarak, Pasha Akhirnya Daftar Sekolah Swasta Kepala Disikpora Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rosyid. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Sempat kesulitan mendapatkan Sekolah karena terganjal jarak dan biaya, akhirnya Muhamat Pasha Pratama (12) bisa mengenyam bangku SMP. Disdikpora Kabupaten Gunungkidul turut memfasilitasi Pasha untuk bersekolah.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan, bahwa Pasha akhirnya bersekolah di salah satu SMP swasta di Kecamatan Karangmojo. Menurutnya, hal itu karena kemungkinan Pasha untuk bersekolah di SMPN 2 Karangmojo yang menjadi sekolah terdekat dari rumahnya, sangatlah kecil.

"Pasha akhirnya akan bersekolah di SMP Eka Kapti Karangmojo," ujar Bahron saat dihubungi wartawan, Minggu (14/7/2019).


Bahron menjelaskan, jarak dari rumah Pasha menuju SMP tersebut sekitar 5 kilometer. Namun, ia memastikan Pasha tidak perlu mengkhawatirkan jarak.

"Karena kami akan menyediakan layanan antar jemput untuk Pasha, meski bersifat sementara. Karena ke depannya Pasha akan mendapat bantuan sepeda listrik untuk bersekolah," ucapnya.

Bahron menambahkan, bantuan sepeda listrik itu berasal dari salah seorang donatur. Menurutnya, bantuan sepeda listrik dipilih karena Pasha belum cukup umur untuk mengendarai motor.


Diberitakan sebelumnya, Pasha merupakan anak takmampu yang tak diterima masuk ke SMPN 2 Karangmojo yang merupakan SMP terdekat dari rumahnya. Pasha yang tinggal bersama kakek dan neneknya ini kemudian tak segera mendaftar sekolah swasta atau sekolah negeri lainnya karena keterbatasan biaya dan jarak.

Bahron kemudian menjelaskan bahwa jika jumlah pendaftar melebihi daya tampung sekolah, maka akan ada seleksi yang berpedoman pada ketentuan jarak, usia dan waktu pendaftaran.

"Nah, Pasha itu usianya terpaut hari hari dengan peserta lain, jadi dia bukan korban (zonasi). Karena gini, yang umurnya selisih satu atau dua hari saja bisa terlempar juga dan kita mengutamakan yang usianya lebih tua," ucap Bahron.



Tonton Video Dampak Sistem Zonasi Abaikan Nilai UN:

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Lezatnya Kepiting Cak Gundul di Gunungkidul, Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]

(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed