detikNews
Jumat 12 Juli 2019, 20:43 WIB

Meneladani AR Fachruddin, Tokoh Zuhud Bangsa

Usman Hadi - detikNews
Meneladani AR Fachruddin, Tokoh Zuhud Bangsa Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Sosok almarhum Abdul Rozak (AR) Fachruddin lekat dengan kesederhanaannya. Ketum PP Muhammadiyah tahun 1068-1990 itu dikenal sebagai pribadi yang zuhud. Keteladanannya bagaikan oasis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Demikianlah yang disampaikan Peneliti Jusuf Kalla School of Government Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Paryanto, dalam diskusi buku berjudul 'Pak AR yang Zuhud Memimpin Umat Dengan Islam Yang Menggembirakan'.

Diskusi tersebut diselenggarakan Bidang Litbang Yayasan AR Baswedan di Sekretariat Yayasan AR Baswedan, Timoho Asri IV, No B9C, Muja Muju, Kota Yogyakarta, Jumat (12/7/2019). Turut hadir penulis buku, Muhammad Faried Cahyono.

Paryanto mengatakan, setidaknya ada tiga alasan mengapa bangsa Indonesia perlu meneladani sosok AR Fachruddin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pertama sosok AR Fachruddin merupakan pribadi zuhud yang low profile.

"Kedua background politik dan pengalaman (AR Fachruddin) lintas budaya, dan ketiga gaya kepemimpinan dan komunikasi Pak AR (Fachruddin) yang genuine dan apa adanya," jelas Paryanto dalam paparanya, Jumat (12/7/2019).

Selama hidupnya, kata Paryanto, AR Fachruddin dikenal dengan sikap wara' dan kesadarannya. Meski menjadi ketua salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, namun ia tidak pernah memanfaatkan posisi tersebut untuk kepentingan pribadi.

"Pak AR yang tidak mau memanfaatkan posisinya sebagai Ketua PP Muhammadiyah untuk kepentingan pribadi dan keluarganya. Bahkan sebaliknya, justru beberapa fasilitas yang diberikan negara kepadanya diserahkan kepada Muhammadiyah," sebutnya.

Penuturan Paryanto diamini penulis buku 'Pak AR yang Zuhud Memimpin Umat Dengan Islam Yang Menggembirakan', Muhammad Faried Cahyono. Menurut Faried, selain sederhana sosok AR Fachruddin juga memiliki sensitifitas tinggi kepada rakyat.

Faried berkisah, pada suatu hari AR Fachruddin berniat membeli durian, pergilah beliau ke pasar dengan mengendarai becak. Di tengah jalan si tukang becak mengeluh kondisi perekonominya yang pas-pasan, bahkan untuk membeli durian saja tak mampu.

AR Fachruddin terenyuh mendengar keluh kesah si tukang becak tersebut. Sesampainya di pasar, AR Fachruddin pun mengurungkan niatnya membeli durian. Ia langsung pulang tanpa membawa buah yang sedari awal ingin dibelinya tersebut.

"Pak AR (Fachruddin) berpesan, kalian besok apabila jadi pemimpin pahamilah perasaan rakyat," tutur Faried.


Simak Video "PP Pemuda Muhammadyah Gelar Aksi Simpatik untuk KPU"
[Gambas:Video 20detik]

(ush/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed