detikNews
Jumat 12 Juli 2019, 17:20 WIB

Petugas PPK Pengubah Suara PPP-Nasdem Sleman Divonis Percobaan

Ristu Hanafi - detikNews
Petugas PPK Pengubah Suara PPP-Nasdem Sleman Divonis Percobaan Foto: Ristu Hanafi/detikcom
Sleman - Terdakwa kasus pidana Pemilu 2019, Anita Ratna Dewi (24) selaku petugas Divisi Data Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman divonis 4 bulan penjara dengan masa percobaan 8 bulan. Anita terbukti mengubah hasil perolehan suara PPP, Nasdem, Partai Berkarya dan Perindo untuk surat suara DPRD kabupaten.

"Menyatakan terdakwa Anita Ratna Dewi telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pemilu, yaitu sebagai anggota PPK dan atau PPS yang karena kesengajaannya mengakibatkan berubahnya berita acara rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara," kata Hakim Ketua, Suparna saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri Sleman, Jumat (12/7/2019).

"Menjatuhkan pidana penjara selama empat bulan masa percobaan delapan bulan, dan pidana denda Rp 5 juta atau tiga bulan kurungan," lanjut Suparna.

Uraian dalam surat putusan hakim mengungkapkan bahwa Anita terbukti mengubah hasil rekapitulasi tingkat kecamatan. Yakni perolehan suara PPP, dari 2.929 suara (rekapitulasi tingkat kecamatan) menjadi 1.421 suara (rekapitulasi tingkat kabupaten/pleno KPU), Nasdem dari 5.067 menjadi 7.033 suara, Berkarya dari 620 menjadi 460 suara dan Perindo dari 664 menjadi 339 suara.

Berubahnya perolehan suara empat parpol itu diketahui saat pleno KPU Sleman pada 8 Mei 2019. Akhirnya dalam pleno disepakati membuka dokumen DA1 Plano, dan diputuskan suara hasil pemilu untuk surat suara DPRD kabupaten di Depok sesuai dengan hasil rekapitulasi tingkat kecamatan/PPK. Kasus ini pun langsung ditangani Bawaslu untuk diproses Sentra Gakkumdu Sleman.

Majelis hakim menyatakan perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 551 UU 7/2017 tentang Pemilu. Hal yang memberatkan terdakwa sebagai PPK seharusnya netral. Sedangkan hal meringankan akibat dari perbuatannya telah dilakukan perbaikan sehingga tak ada lagi pihak yang dirugikan.

Sebelumnya, terdakwa dituntut oleh JPU Ismet Karnawan dan Hanifah dengan hukuman percobaan tiga bulan penjara dan denda Rp 5 juta atau kurungan semala tiga bulan.

"Kami pikir-pikir dulu atas putusan dari majelis hakim," kata JPU Hanifah ditemui seusai persidangan.




Simak Juga 'Suara-suara Partai soal Calon Menteri Pilihan Jokowi':

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Bocah Asal Sleman Digigit 2 Anjing di Vila"
[Gambas:Video 20detik]

(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed