detikNews
Jumat 12 Juli 2019, 15:53 WIB

Umat Buddha Laksanakan Indonesia Tipitaka Chanting di Borobudur

Eko Susanto - detikNews
Umat Buddha Laksanakan Indonesia Tipitaka Chanting di Borobudur Indonesia Tipitaka Chanting di Borobudur. Foto: Eko Susanto/detikcom
Magelang - Umat Buddha dari Sangha Theravada Indonesia mengadakan Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) 2019 di Taman Lumbini Candi Borobudur. Mereka ini datang dari berbagai daerah, bahkan ada umat yang dari luar negeri.

Adapun rangkaian ITC 2019 dilangsungkan sejak, Jumat (12/7/2019) hingga Minggu (14/7/2019). Dimana pada, Minggu (14/7/2019), akan dilangsungkan kirab dari Candi Mendut menuju Kenari, Candi Borobudur.

Ketua Umum/Sanghanayaka, Sangha Theravada Indonesia, Bhikkhu Subhapanno Mahathera mengatakan, Indonesia Tipitaka Chanting ini merupakan kegiatan yang bersifat keagamaan. Hal ini dimaksudkan untuk merawat, menjaga keyakinan umat dan memupuk keyakinan umat.

"Kegiatan Indonesia Tipitaka Chanting ini adalah kegiatan yang bersifat keagamaan. Dan ini adalah merawat, menjaga keyakinan umat dan memupuk keyakinan umat. Sama seperti umat beragama yang lain membaca kitab suci agamanya masing-masing," katanya di sela-sela pembacaan kitab suci di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jumat (12/7/2019).

Indonesia Tipitaka Chanting di Borobudur.Indonesia Tipitaka Chanting di Borobudur. Foto: Eko Susanto/detikcom

Bhikkhu Subhapanno menjelaskan bahwa tradisi ini sudah ada sejak zaman Sang Buddha, yakni membaca sutta. Membaca isi kitab suci pitaka, tuturnya, akan mempertahankan dan merawat keyakinan.

"Supaya mereka memahami hal-hal yang terkait daripada pesan atau ajaran Buddha Gautama sendiri," katanya.


Menurutnya, sesungguhna pesan ajaran Buddha Gautama sangat universal yaitu bahwa hidup adalah berubah. Dalam arti berubah tersebut tidak ada yang kekal dan perubahan tersebut yang menimbulkan penderitaan.

"Tidak ada yang kekal. Hidup ini mengalami perubahan dan perubahan itulah yang menimbulkan duka, penderitaan. Jadi setiap orang pasti mengalami penderitaan dan setiap umat manusia itu punya kesempatan dalam hal penderitaan, sama-sama menderita sesungguhnya," tuturnya.

Dalam ITC ini, katanya, umat Buddha datang dari berbagai kota di Indonesia. Ada yang datang dari Medan, Riau, Palembang dan mereka sebelumnya telah mendaftar terlebih dahulu secara online. Selain itu, ada juga umat yang dari Malaysia.

"Mereka mendaftar sendiri, pakai sistem online mendaftar sendiri," tuturnya.

Umat Buddha Laksanakan Indonesia Tipitaka Chanting di BorobudurKetua Umum/Sanghanayaka, Sangha Theravada Indonesia, Bhikkhu Subhapanno Mahathera. Foto: Eko Susanto/detikcom

Untuk puncak acara, kata dia, prosesi akan diawali dari Candi Mendut sekitar pukul 13.30, Minggu (14/7) menuju Kenari Candi Borobudur.

"Prosesi dan itu jauh lebih banyak (umat) karena itu adalah puncak acaranya. Kalau yang ini khusus mengikuti ITC, tapi yang besok itu adalah puncak acaranya. Nanti yang dikirab tahun ini istimewa karena ada Kereta Kencana yang dibuat, didesain sendiri di sini," ujar dia.

Sementara itu, dalam pembukaan ITC tersebut hadir pula Romo Aloysius Budi Purnomo Pr. Menurutnya, kedatangannya dalam ITC atas undangan dari Bhante Sri Pannavaro Mahathera.

"Saya merasa terbekati, saya datang pertama kali saya diundang, pertama kali juga saya datang untuk rangkaian acara ini dan ketika kami mengikuti prosesi pembukaan luar biasa," ujar Romo Budi.

Apalagi, lanjutnya, saat dibacakan kutipan dari Manggala Sutta. Menurutnya itu akan menjadi berkah bagi mereka yang hidup dengan baik, benar, suci, membangun persaudaraan, kerukunan, damai, sejahtera dalam hidup bersama.

Menurutnya jika kitab suci menjadi landasan hidup damai bersama orang lain meski berbeda, merupakan keistimewaan.

"Itu akan menjadi berkah utama juga untuk dunia, bangsa kita sehingga kita bisa bersama-sama mewujudkan peradapan kasih bagi masyarakat Indonesia yang sejahtera, yang bermartabat, yang semakin beriman apapun agama dan kepercayaannya dengan sikap saling menghormati satu sama lain. Dan itu menjadi Manggala Sutta juga, menjadi berkah utama," pungkasnya.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed