detikNews
Jumat 12 Juli 2019, 15:17 WIB

Karena Alasan Ini, 2 Orang di Pekalongan Mundur sebagai Penerima PKH

Robby Bernardi - detikNews
Karena Alasan Ini, 2 Orang di Pekalongan Mundur sebagai Penerima PKH Warga Pekalongan mundur dari penerima PKH. Foto: Robby Bernardi/detikcom
Pekalongan - Dua orang ibu rumah tangga di Kabupaten Pekalongan, mengundurkan diri dari penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Keduanya yakni Khotimah Suci (39) dan Siti Khotijah (36) warga Desa Domiyang, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan.

Pengunduran diri keduanya bukan tanpa alasan. Keduanya merassa masih banyak keluarga lebih membutuhkan bantuan tersebut.

Padahal, kondisi rumah Khotimah Suci (39) sendiri belum terbilang permanen. Rumahnya terbuat dari papan kayu berukuran sekitar 7x5 m dengan lantai semen poles. Saat ditemui di rumahnya, Jumat (12/7/2019), Khotimah mengaku masih banyak warga yang hidupnya di bawah dirinya tapi belum tersentuh bantuan PKH. Untuk itu dia mengikhlaskan agar orang lain menggantikannya untuk mendapatkan PKH tersebut.

"Insyaallah saya mampu. Saya sendiri baru setahun ini menerima PKH. Tapi saya malu pada diri saya sendiri," kata Khotimah pada detikcom.

Suami khotimah yakni Khaerudin sendiri sedianya bukan pekerja tetap. KHaerudin merupakan pekerja serabutan penebang pohon dan tukang kayu. Namun suaminya juga mendorong istrinya agar mengundurkan diri dari penerima PKH. Anak Khotimah sendiri yang nomor tiga baru berumur tiga tahun dan anak lainnya masih sekolah di SD dan SMP, yang sedianya masih mendapatkan PKH.

"Sudah saya pikirkan saya mengundurkan diri saja. Masih banyak orang yang lebih membutuhkan dari pada saya," jelasnya tegas.


Proses pemunduran diri dari penerima PKH sudah disampaikan baik secara lisan maupun tertulis oleh petugas yang bersangkutan.

Hal yang sama juga disampaikan Muh Sholeh (41), suami dari Siti Khotijah (36).

"Ya sebetulnya ada juga yang seharusnya lebih mampu dari kami, namun masih menerima PKH. Tapi kami sepakat bersama istri untuk tidak lagi menerima kasihan warga lainnya yang membutuhkannya," kata Muh Sholeh (41) yang juga tetangga dari Khotimah.

Diwawancara terpisah, Kepala Dusun 3 Madendo Desa Domiyang, Hartono mengaku sudah tahu tentang dua warganya yang mengundurkan diri dari penerima PKH.

"Ya saya mendengar ada dua warga kami yang mengundurkan diri (penerima PKH). Soalnya l PKH petugas langsung yang berhubungan dengan warga tidak melewati desa," jelasnya.

Sedangkan Camat Paninggaran, Muhamad Edy Yuliantono menyampaikan aspresiasi atas keputusan dua warganya tersebut.

"Ya saya salut pada duanya. Artinya ada warga secara mandiri untuk lebih bangkit tidak bergantung pada pemerintah dan bisa memberikan kesempatan (Penerima PKH) pada keluarga yang jauh di bawahnya," kata Edy kepada detikcom.

Terpisah, PLt Kepala dinas Sosial Kabupaten Pekalongan yakni Siti Masruroh mengakui langkah-langkah warga yang mengundurkan diri dari penerima PKH tersebut yang diharapkannya.

"Ya itu yang memang kita harapkan. Mereka mampu memberdayakan diri atau naik level, dengan kesadaran penuh mengundurkan diri penerima PKH," jelasnya.

Dia menjelaskan dengan demikian hak yang sedianya diberikan akan dialihkan ke warga lainnya yang lebih berhak.

Menurutnya, warga penerima PKH yang telah mampu tetapi masih menerima bantuan PKH dan tidak mengundurkan diri dapat dikenakan Undang-undang No 13 tahun 2011 tentang Penanganan Fakir Miskin. Dalam Pasal 42, pelanggarnya akan terancam pidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah).

Di kabupaten Pekalongan, kata Siti ada total 34.139 penerima PKH.

"Di tahun 2019, terhitung dari bulan Januari hingga Juni, terdapat total 594 penerima yang sudah tergraduasi atau tidak menerima lagi," jelas Siti Masruroh.

PKH sendiri merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada Keluarga Miskin (KM) yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH. Program tersebut sebagai upaya pemerintah untuk percepatan penanggulangan kemiskinan, sejak tahun 2007.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed