detikNews
Jumat 12 Juli 2019, 15:10 WIB

Disdikpora Janji Bantu Pasha untuk Bersekolah Lagi

Pradito Rida Pertana - detikNews
Disdikpora Janji Bantu Pasha untuk Bersekolah Lagi Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Kesulitan yang dialami Muhamad Pasha Pratama (12) dalam mencari Sekolah menemui titik terang. Disdikpora Gunungkidul berjanji akan membantu Pasha agar bisa mengenyam bangku SMP.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rosyid mengatakan, bahwa terlemparnya Pasha dari PPDB online SMP N 2 Karangmojo bukan karena tersingkir secara sepihak. Menurut Bahron, kejadian itu juga terjadi di SMP Negeri lain di Kabupaten Gunungkidul.

"Jadi kejadian seperti itu (terlempar dari PPDB online) tidak hanya dialami Pasha, di SMP N 2 Karangmojo itu ada 52 orang yang terlempar dan salah satunya Pasha itu. Terus di SMP Negeri lain malah ada ratusan orang (calon murid SMP) yang terlempar (saat PPDB online)," katanya saat ditemui detikcom di Kantor Disdikpora Kabupaten Gunungkidul, Jumat (12/7/2019).

"Sehingga persoalan tidak diterima (saat mendaftar SMP dengan sistem PPDB online) terjadi di mana saja, dan untuk kasus Pasha bukan karena disingkarkan secara sengaja," imbuh Bahron.

Bahron menganalogikan, bahwa satu Sekolah memiliki daya tampung 194 murid, namun pendaftar di Sekolah tersebut melebihi daya tampung yang tersedia. Jika terjadi hal seperti itu, kata Bahron, maka akan diberlakukan sistem seleksi yang berpedoman pada ketentuan jarak, usia dan waktu pendaftaran tiap peserta PPDB.

"Nhah, Pasha itu usianya terpaut 3 hari dengan peserta lain, jadi dia bukan korban (zonasi). Karena gini, yang umurnya selisih 1 atau 2 hari saja bisa terlempar juga dan kita mengutamakan yang usianya lebih tua," ucap Bahron.

Terkait kesulitan ekonomi yang membuat Pasha sulit mendapatkan Sekolah, Bahron mengaku tidak bisa mengupayakan Pasha diterima kembali di SMP N 2 Karangmojo. Mengingat jika hal itu terealisasi maka akan menimbulkan rasa iri pada peserta lain yang juga terlempar dari PPDB online tingkat SMP.

"Tidak memungkinkan (memasukkan Pasha ke SMP N 2 Karangmojo lagi), karena sesuai sistem 1 kelas berisi 32 siswa. Thoh kalau kita minta kebijakan pak Menteri dan diizinkan, lalu apakah hanya Pasha yang boleh direkomendasikan? Kan lainnya nanti malah ikut-ikutan," kata Bahron.

Kendati demikian, Bahron mengaku telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Bejiharjo terkait masalah ekonomi yang membelit keluarga Pasha dalam mencari Sekolah. Bahkan, Bahron mengaku siap membantu Pasha untuk mendapatkan Sekolah.

"Masalah ekonomi itu lain persoalan, tapi kami sudah rembugan dengan Pemdes sana dan saya sudah minta tolong sama Sekdesnya agar membujuk dia untuk mau sekolah," ujarnya.

"Silakan, mau di mana saja tapi selain SMP 2, terus hambatannya apa nanti saya bantu. Yang jelas kalau masalah biaya inshaallah bisa teratasi, karena saya dengan kepala desa sudah janji untuk memfasilitasi," imbuh Bahron.

(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed