detikNews
Rabu 10 Juli 2019, 21:13 WIB

8 Petugas Pemilu di Solo Diusulkan Masuk Daftar Hitam

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
8 Petugas Pemilu di Solo Diusulkan Masuk Daftar Hitam Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo - Sebanyak delapan orang petugas Pemilu 2019 di Solo direkomendasikan untuk masuk ke dalam daftar hitam. Hal itu disebabkan mereka menyalahi prosedur saat memasukkan data.

Bawaslu Surakarta menyebut lima di antaranya merupakan anggota PPS Kelurahannya Nusukan dan tiga lainnya adalah anggota PPK Banjarsari. Mereka bersalah karena salah memasukkan angka dari formulir C1 ke DAA1.

Kesalahan tersebut menyebabkan suara salah satu Caleg DPRD Surakarta dari PDIP, Wawanto berkurang. Setelah melaporkan kejanggalan itu, suara untuk Wawanto akhirnya kembali seperti semula.

"Kami meminta agar mereka dimasukkan ke dalam daftar hitam. Rekomendasi sudah kami kirim ke KPU agar tidak lagi memakai mereka di pemilu selanjutnya," kata anggota Bawaslu Surakarta Divisi Penindakan Pelanggaran, Poppy Kusuma, Rabu (10/7/2019).

Selain kesalahan dalam memasukkan data, mereka juga dinilai salah prosedur saat melakukan rapat pleno penghitungan suara di tingkat kecamatan. Seharusnya rapat dipimpin oleh PPK, namun rapat dipimpin oleh PPS.

"Itu hal yang tidak boleh dilakukan. Meskipun kami sudah mengklarifikasi kepada para saksi, mereka tidak mempermasalahkannya," ujar dia.

Selanjutnya KPU akan melanjutkan rekomendasi Bawaslu dengan melakukan klarifikasi kepada delapan petugas tersebut. Diperkirakan proses klarifikasi akan selesai dalam dua pekan.

"Rekomendasi ini penting kami berikan agar ke depannya petugas pemilu lebih berhati-hati dalam bertugas," pungkasnya.


Simak Video "Keraton Solo"
[Gambas:Video 20detik]

(bai/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed