Hewan Ternak di Wilayah Endemik Antraks Boleh Dijual, Asal...

Hewan Ternak di Wilayah Endemik Antraks Boleh Dijual, Asal...

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 10 Jul 2019 19:01 WIB
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto.Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto.Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Vaksinasi hewan ternak di wilayah endemik antraks terus dilakukan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul. Bahkan, DPP menyebut segera merampungkan vaksinasi sebelum Idul Adha agar hewan ternak di Gunungkidul dapat diperjualbelikan.

Kepala DPP Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, bahwa jumlah hewan ternak yang sudah mendapat vaksinasi mencapai ribuan ekor. Menurutnya, jumlah tersebut akan terus bertambah untuk mencegah penyebaran bakteri antraks di Gunungkidul.

"Sampai saat ini ada 633 ekor sapi dan 1.423 ekor kambing yang sudah divaksin. Jumlah itu akan terus bertambah karena proses vaksinasi terus berjalan," katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (10/7/2019).

Lanjut Bambang, proses vaksinasi akan segera mungkin diselesaikan oleh petugas. Bambang memprediksi bahwa penyuntikkan vaksin akan selesai sebelum hari raya Idul Adha yang jatuh pada tanggal 11 Agustus 2019.

"Sudah mau selesai (vaksinasi hewan ternak di wilayah endemik antraks). Nanti kalau vaksinasinya sudah selesai (hewan ternak) baru boleh keluar (dijual ke pasaran), tapi dengan catatan menunggu beberapa hari dulu setelah vaksinasi selesai," ujarnya.

Lebih lanjut, untuk mencegah masuknya hewan ternak dari wilayah endemik ke Gunungkidul saat Idul Adha besok, DPP akan memberikan sosialisasi ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan takmir Masjid di Gunungkidul. Mengingat bakteri antraks yang ditemukan di Dusun Grogol IV kemungkinan berasal dari luar Gunungkidul.

"Tujuannya (sosialisasi terkait antraks) agar mereka paham tentang apa itu penyakit antraks dan bagaimana cara mengetahui hewan yang terindikasi kena antraks," katanya.

Simak Video "Ponsel Disita, Murid SMP Bawa Sajam Ancam Guru"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/sip)