Round-Up

Mengantar Kepulangan Sutopo, Pejuang Kemanusiaan Tak Kenal Lelah

Ragil Ajiyanto - detikNews
Selasa, 09 Jul 2019 08:14 WIB
Pemakaman Sutopo Purwo Nugroho (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Pemakaman Sutopo Purwo Nugroho (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali - Kematian Sutopo Purwo Nugroho meninggalkan duka tak hanya keluarga dan kerabat. Namun juga teman dan bahkan bangsa Indonesia merasa kehilangan sosok pejuang kemanusiaan ini.

Kiprahnya di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) banyak yang mengapresiasi. Di tengah perjuangannya melawan penyakit kanker paru-paru stadium 4, namun masih tetap menjalankan tugasnya sebagai Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB.

Dia tak hanya menginformasikan tentang bencana yang terjadi serta dampaknya. Tetapi juga menyampaikan analisa-analisa serta langkah-langkah yang dilakukan.


Kepala BNPB, Letjen (TNI) Doni Monardo, menyebutkan Sutopo Purwo Nugroho merupakan pahlawan kemanusiaan. Suami dari Retno Utami Yulianingsih itu telah mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan bangsa dan negara.

Apa yang dilakukan Sutopo, sangat luar biasa. Dalam keadaan sakit, namun masih bisa memberikan pelayanan publik yang terbaik sebagai Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB.

"Apa yang telah dilakukan Pak Topo semasa hidupnya, dalam keadaan yang sangat sulit, dalam keadaan yang mengalami sakit, masih bisa memberikan pelayanan publik yang terbaik, memberikan informasi kepada khalayak dan bahkan juga memberikan analisa-analisa, terkait peristiwa yang terjadi dan langkah-langkah apa yang perlu dilakukan," kata Doni Monardo, kepada para wartawan usai memimpin upacara pemakaman almarhum Sutopo Purwo Nugroho di TPU Sonolayu, Boyolali Senin (8/7/2019).


Doni mengatakan, kita semua sangat kehilangan atas wafatnya Sutopo Purwo Nugroho. Keluarga besar BNPB telah berusaha semaksimal mungkin, untuk memberikan pelayanan medis yang terbaik untuk kesembuhannya.

Bahkan berobat hingga ke China. Namun takdir berkehendak lain. Minggu (7/72019), ayah dari Muhammad Ivanka Rizaldy Nugroho dan Muhammad Aufa Wikantyasa Nugroho itu menghembuskan nafas terakhirnya.

"Semoga akan lahir lagi Sutopo Sutopo muda yang bisa melanjutkan perjuangan Pak Topo," harap Doni.


Mengantar Kepulangan Sutopo, Pejuang Kemanusiaan Tak Kenal LelahPemakaman Sutopo Purwo Nugroho (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengatakan Sutopo merupakan orang yang profesional dalam bekerja dan memiliki dedikasi yang tinggi. Dalam keadaan sakit, namun masih tetap bekerja menjalankan tugasnya memberikan pelayanan kepala publik.

"Sebuah sikap profesional, dedikasi yang penuh. Kalau kita berjuang sampai titik darah penghabisan, ya Mas Topo ini orangnya," kata Ganjar saat melayat ke pemakaman Sutopo.


Ganjar mengenang Sutopo sebagai orang yang pintar dan cerdas. Putra pertama pasangan Suharsono dan Sri Roesmandari itu merupakan orang yang luar biasa.

"Anaknya (Sutopo) smart cerdas, luar biasa. Saya kenal dengan dirinya pribadi, saya kenal dengan istrinya. Kita pernah sekolah bareng dan dia ceritakan. Bahkan dalam candaan-candaan, saya cari videonya, waktu acara talk show di Boyolali waktu itu, dia masih ledek-ledek saya. Satu gaya yang menurut saya orang cerdas, posisi penting tetap egaliter dan selalu ada ruang-ruang untuk bercanda dengan sahabat," pungkasnya.

Sementara di mata kerabatnya, Sutopo dipandang sebagai orang yang bersahaja. Orang yang bertanggungjawab dan idealis.


Adik iparnya, Ahmad Jatmiko, mengungkapkan, Sutopo baik kepada para tetangga. Semua tetangga pun baik dan menghormati Sutopo. Jika pulang ke Boyolali, dia selalu menyempatkan silaturahmi dengan para tetangga.

Para tetangga pun juga menyebut bahwa Sutopo merupakan orang baik. Kepada para tetangga pun baik semua dan sejak kecil dikenal sebagai anak yang pintar.

Hal senada dikemukakan temannya waktu SMP, Kurniawan Fajar Prasetyo. Sutopo merupakan anak yang cerdas.


"Pak Topo (Sutopo), teman saya sejak SMP (SMPN 1 Boyolali). Orang yang cerdas, smart dan selalu bergerak dinamis," kata Kurniawan, ditemui di rumah duka.

Menurut Yoyok, sapaan akrabnya, Sutopo memiliki kinerja yang sangat bagus, pintar dan mumpuni bekerja di BNPB. Yoyok yang juga menjabat sebagai Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali ini mengaku sering berkomunikasi dengan Sutopo, membicarakan tentang penanggulangan bencana di daerah-daerah, khususnya Boyolali.

Kini, Sutopo Purwo Nugroho telah tiada. Ribuan pelayat mengantarkan almarhum ke peristirahatan terakhirnya di TPU Sonolayu, Boyolali. Berjarak sekitar 1 km dari rumah orang tuanya, jalan Jambu, Kampung Surodadi RT 07/09 Kelurahan Siswodipuran, Boyolali.


Sejumlah pejabat termasuk Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat hadir di pemakaman. Isak tangis dan suasana haru menghiasi pemakaman Sutopo yang wafat diusia 49 tahun itu.


Simak Video "Jenazah Sutopo Dimakamkan, Dipimpin Kepala BNPB"

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Jokowi-SBY Kirim Karangan Bunga Untuk Sutopo"
[Gambas:Video 20detik]
(mbr/mbr)