Hindari Kesan Perpecahan, Gerindra Tolak Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo

Usman Hadi - detikNews
Senin, 08 Jul 2019 15:26 WIB
Jokowi dan Prabowo di sesi debat Capres (Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Yogyakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menolak rekonsiliasi usai pilpres 2019. Menurutnya, dorongan untuk dilakukan rekonsiliasi justru akan mempertajam perbedaan di tengah-tengah masyarakat.

"Menurut saya tidak perlu ada rekonsiliasi dan tidak perlu dibesar-besarkan," kata Fadli kepada wartawan di Kompleks Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (8/7/2019).


Fadli menganggap perbedaan pendapat dan pilihan politik di Pemilu adalah hal yang biasa. Menurutnya, perbedaan tersebut justru akan mendewasakan masyarakat dalam berdemokrasi, bukan sebaliknya.

"Masyarakat itu saya kira punya jalurnya sendiri, punya alurnya sendiri. Ya jangan menganggap masyarakat kita ini lebih bodoh lah, dan (masyarakat) punya wisdom sendiri, wisdom inilah yang saya kira harus kita pegang," ujarnya.


Sementara dorongan rekonsiliasi, lanjut Fadli, justru akan mengukuhkan perbedaan di tengah-tengah masyarakat. Bahkan ia menganggap dorongan rekonsiliasi tersebut justru akan mempertajam polarisasi.

"Justru semakin mempertajam (polarisasi), seolah-olah harus rekonsiliasi itu mempertajam dan mengukuhkan perbedaan dan perpecahan sebenarnya, seolah-olah memang ada suatu perpecahan yang tajam," tuturnya.


Sekjen Berkarya Yakin Prabowo-Jokowi Segera Bertemu:

[Gambas:Video 20detik]


Hindari Kesan Perpecahan, Gerindra Tolak Rekonsiliasi Jokowi-Prabowo


Simak Video "Fadli Zon Soroti Kemenangan Joe Biden & Dampak Baik ke RI-Palestina"
[Gambas:Video 20detik]
(ush/mbr)