BMKG: 80% Wilayah DIY Berstatus Awas Kekeringan

Usman Hadi - detikNews
Jumat, 05 Jul 2019 17:17 WIB
Foto: Usman Hadi/detikcom
Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyatakan 80 persen wilayah DIY berstatus awas kekeringan. Lantaran di DIY dua bulan terakhir sudah tidak turun hujan.

"Status awas (kekeringan di DIY) kalau dipresentase itu hampir sekitar 70 sampai 80 persen, sisanya (siaga)," ujar Kepala Kelompok Data dan Informasi BMKG DIY, Etik Setyaningrum, di BPBD DIY, Jumat (5/7/2019).

"Ini (kondisi lebih dari 60 hari tanpa hujan) disebut awas kekeringan. Kenapa? Karena ini sudah termasuk kekeringan ekstrem. Tapi kekeringan yang dimaksud BMKG di sini adalah kekeringan meteorologis," sambungnya.

Kekeringan meteorologis adalah kondisi berkurangnya curah hujan di bawah normal dalam kurun waktu cukup panjang. Sementara kemarau kali ini diprediksi secara periodik akan terus terjadi hingga pertengahan Bulan Oktober.

"Kita prediksikan puncak musim kemarau itu terjadi di Bulan Agustus. Nah, kemudian kalau kita lihat secara normal awal musim hujannya untuk wilayah DIY itu diawali di bagian utara, itu sekitar Oktober pertengahan," katanya.

Adapun wilayah DIY yang sudah berstatus awas kekeringan, kata Etik, berada di Kulon Progo bagian selatan, Bantul, Gunungkidul, Kota Yogyakarta dan Sleman bagian selatan. Sementara wilayah DIY sisi utara masih berstatus siaga.

"Jadi kalau wilayah DIY memang dua-duanya masuk. Siaga juga ada di wilayah DIY bagian utara, kemudian awas itu ya sekitar Kulon Progo bagian selatan, Bantul, Gunungkidul semuanya, terus Sleman bagian selatan," tutupnya.


Simak Video "Jokowi Yakin Bandara Baru Yogyakarta Rampung Pertengahan 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(ush/bgs)