9 Kecamatan di DIY Terdampak Kekeringan, Gunungkidul Paling Parah

Usman Hadi - detikNews
Jumat, 05 Jul 2019 14:31 WIB
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana. Foto: Usman Hadi/detikcom
Yogyakarta - Sembilan kecamatan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terdampak kekeringan, lima di antaranya berada di Gunungkidul. Droping air bersih juga telah dilakukan di lima kecamatan tersebut.

"Kalau yang sudah mengajukan (droping air) di Gunungkidul itu ada lima kecamatan, dan sudah dilaksanakan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Biwara Yuswantana, kepada wartawan di kantornya, Jumat (5/7/2019).

Kelima kecamatan tersebut yakni Girisubo, Rongkop, Paliyan, Tepus dan Panggang. Merespon kekeringan tersebut, kata Biwara, pihak BPBD Kabupaten Gunungkidul dan kecamatan setempat sudah melakukan droping air bersih ratusan tangki.


"Di Girisubo itu (droping air) sampai akhir Bulan Juni kemarin sudah 200 tangki, itu meliputi delapan dusun. Kemudian Rongkop itu (droping air meliputi) delapan dusun sudah 100 tangki, dan kecamatan yang lain-lain rata-rata 20 tangki," sebutnya.

Jumlah droping air bersih tersebut masih terus bertambah. Menurut Biwara, dalam lima hari terakhir dari 1-5 Juli 2019 pihak BPBD Kabupaten Gunungkidul dan kecamatan sudah melakukan droping air sebanyak 100 tangki di Girisubo dan Rongkop.

Selain lima kecamatan di Gunungkidul, lanjut Biwara, wilayah terdampak kekeringan juga terjadi di empat kecamatan di Bantul. Namun wilayah terdampak kekeringan di Bantul relatif lebih kecil dibandingkan dengan wilayah terdampak di Gunungkidul.


"Bantul masih relatif kecil. Kalau bicara kecamatannya itu (wilayah terdampak) di Bantul ada empat kecamatan, Pleret, Dlingo, Piyungan, Pandak. Itu mencangkup empat kelurahan dan sepuluh dusun, sampai kemarin itu baru (droping) 10 tangki," katanya.

Adapun wilayah DIY lainnya seperti Kulon Progo, Sleman, dan Kota Yogyakarta masih dinyatakan aman dan belum ada permintaan droping air. "Untuk Kulon Progo masih dilakukan assessment. Sleman belum ada, Kota (Yogyakarta) aman," tutupnya.

Simak Video "2 Hari Beturut-turut Kasus COVID-19 Yogyakarta Pecah Rekor"
[Gambas:Video 20detik]
(ush/sip)