detikNews
Kamis 04 Juli 2019, 15:54 WIB

Kekeringan, 244 Hektare Padi di Banjarnegara Puso

Uje Hartono - detikNews
Kekeringan, 244 Hektare Padi di Banjarnegara Puso Foto: Uje Hartono/detikcom
Banjarnegara - Kekeringan di Banjarnegara juga berdampak pada tanaman padi. Saat ini, Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Banjarnegara mencatat sekitar 244 hektare lahan padi mengalami gagal panen atau puso.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Banjarnegara Suparman mengatakan musim kemarau tahun ini datang lebih awal. Hal ini membuat lahan pertanian di di sejumlah desa mengalami gagal panen.

"Berdasarkan laporan yang masuk, ada 244 hektare lahan padi yang gagal panen. Sebagian besar berada di Kecamatan Susukan, yakni 207 hektare, ada juga di Kecamatan Mandiraja, dan Sigaluh," ujarnya saat dihubungi detikcom, Kamis (4/7/2019).

Menurutnya, banyak tanaman padi yang belum kuat saat musim kemarau datang lantaran masih berusia di bawah dua bulan. Padahal, pada usia tersebut tanaman membutuhkan banyak air dan nutrisi untuk mengisi bulir padi.

"Sebenarnya kami sudah meminta petani untuk menanam padi lebih awal. Mulai Bulan Februari, atau Maret, setidaknya April. Tetapi petani banyak yang baru menanam bulan Mei, tentu tanaman tidak cukup kuat pas datang kemarau," jelasnya.

Saat ini, bagi petani yang lahan padinya dekat dengan sumber air untuk menyedot air tersebut. Apalagi saat ini di tiap-tiap kelompok tani ada pompa air.

"Yang dekat dengan sumber air disedot dengan pompa air. Kalau di kelompok tani tidak ada pompa air, silahkan pinjam di Balai Penyeluhan Pertanian (BPP). Tetapi kalau jauh dari sumber air tidak bisa apa-apa selain menunggu musim hujan," kata dia.

Salah satu petani padi di Desa Jalatunda Nurudin (38) mengatakan tahun ini tanaman padi di Desa Jalatunda mengalami gagal panen. Sebab, musim kemaru terjadi di luar prediksi petani, yakni lebih awal dibanding tahun sebelumnya.

"Tahun ini banyak tanaman padi yang mengalami gagal panen. Karena tanaman padi belum tua sudah mulai kurang air. Kalau tahun kemarin ada kekeringan tapi usia padi sudah siap panen," terangnya saat ditemui di Desa Jalatunda, Kamis (4/7/2019).

Selama musim kemarau, lahan dibiarkan kosong. Sebagian petani sudah mulai mempersiapkan musim tanam jika musim hujan datang sekitar Bulan Oktober nanti.

"Sekarang sudah ada yang mulai mencangkuli lahan persiapan untuk musim tanam, tetapi sebagian dibiarkan kosong. Karena mau ditanami apa, di sini susah air," kata dia.

menurutnya beberapa petani ada menanam singkong. Menurut dia, tanaman singkong lebih tahan saat musim kemarau.

"Biasanya saat musim kemarau daun singkong kering tetapi dalamnya belum mati. Hanya, harga singkong itu murah," tuturnya.


Simak Video "Kondisi Situ Ciburuy Mengering, Mirip Lapangan Bola"
[Gambas:Video 20detik]

(bgk/bgk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com