detikNews
Rabu 03 Juli 2019, 19:46 WIB

Harga Ayam Broiler Mulai Normal Belum Membuat Peternak Tenang

Pradito Rida Pertana - detikNews
Harga Ayam Broiler Mulai Normal Belum Membuat Peternak Tenang Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Mulai stabilnya harga ayam broiler belum membuat peternak ayam mandiri di Gunungkidul kembali ingin beternak. Pasalnya, peternak masih mewaspadai kemungkinan adanya harga ayam broiler yang tidak stabil terulang.

Pantauan detikcom di Dusun Gluntung, Desa Patuk, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, beberapa kandang ternak ayam broiler masih tampak kosong. Namun masih terdapat kandang ayam broiler yang beroperasi.

Salah seorang peternak ayam broiler asal Dusun Gluntung, Desa Patuk, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Giyono (48) mengatakan ia sudah mendengar kabar terkait harga baru ayam broiler saat ini. Menurutnya, hal itu memicunya untuk kembali berternak.

"Harga ayam (broiler) sudah normal sejak kemarin Senin (1/7/2019), dan sekarang harga perkilogram (ayam broiler) jadi Rp 17 ribu. Semoga harganya semakin naik atau setidaknya stabil di kisaran Rp 18 ribu," ujarnya saat ditemui di kandang ayam miliknya, Dusun Gluntung, Desa Patuk, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (3/7/2019) sore.

"Karena saat ini saya masih punya 3.000 ekor ayam (broiler) yang 3 minggu lagi sudah bisa dipanen," imbuh Giyono.

Menurut Giyono, pasca anjloknya harga ayam broiler di pasaran baru dirinya yang kembali menggeluti peternakan ayam. Mengingat sebagian besar peternak mandiri di dusunnya masih belum berani mengisi kandangnya dengan ayam broiler. Saat ini banyak warga yang beralih profesi sebagai pekerja bangunan.

"Teman-teman saya (sesama peternak ayam broiler mandiri) belum mau memelihara (ayam broiler) lagi karena terkendala dana dan takut saat panen harga ayam (broiler) anjlok lagi," kata Giyono.

"Tapi kalau saya spekulasi saja, hutang dulu terus kembali beternak. Karena kalau harganya mulai normal seperti saat ini kan pas panen bisa dapat uang, meski uangnya nanti ya untuk membayar hutang dulu," sambungnya.

Pria yang sudah menjadi peternak ayam broiler sejak tahun 2.007 ini menjelaskan, ia harus berhutang karena biaya untuk memelihara 3.000 ekor ayam tidaklah sedikit. Apalagi pasca lebaran harga ayam broiler anjlok dan membuatnya rugi.

"Rinciannya gini, harga DOC (Day Old Chicken) perekor kemarin Rp 7.400, jadi Rp 7.400 dikali 3.000 ekor. Terus untuk memberi makan 3.000 ayam perlu hampir 200 sak pakan yang harga per saknya Rp 350 ribu, itu belum vitamin dan lain-lain," katanya.

"Ya semoga harganya normal terus biar bisa mengembalikan hutang. Tapi kalau (harga ayam broiler) anjlok lagi ya sudah, pasrah saja sambil cari modal lagi," ucapnya.

Karena itu, selain beternak ayam broiler, saat ini Giyono merangkap profesi sebagai pekerja bangunan. Menurutnya, hal itu ia lakukan untuk mengantisipasi anjloknya kembali harga ayam di pasaran.

"Sampingannya sekarang jadi buruh (bangunan). Jadi sewaktu-waktu harganya anjlok lagi saya masih punya sedikit buang untuk bayar hutang," katanya.


Simak Video "Ponsel Disita, Murid SMP Bawa Sajam Ancam Guru"
[Gambas:Video 20detik]

(bgk/bgs)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com