detikNews
Senin 01 Juli 2019, 19:31 WIB

Jarak Zona Berubah? Ini Penjelasan Disdik Jawa Tengah

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Jarak Zona Berubah? Ini Penjelasan Disdik Jawa Tengah Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Salah satu keluhan dari PPDB Online Jawa Tengah yang datang dari orangtua calon siswa yaitu perbedaan jarak zona saat simulasi dan pendaftaran. Ternyata hal itu mungkin terjadi karena adanya pembaruan informasi.

Diberitakan sebelumnya salah satu orangtua siswa yang mendampingi anaknya mengadu di SMA Negeri 2 Semarang, Tri Sunarko. Ia mengatakan jarak kelurahan Kalisari tempat tinggalnya bertambah saat daftar pagi tadi dibanding saat simulasi.

"Saat anak saya simulasi jarak SMA 2 dan Kelurahan Kalicari itu 1,4 kilometer, waktu daftar tadi kok jadi 2 kilometer. Sedangkan Pedurungan Tengah sebelumnya 1,9 kilometer jadi 1,5 kilometer," kata Tri usai bertemu kepala sekolah bersama para orang tua lainnya, Senin (1/7/2019).

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Jumeri menjelaskan hal itu bisa terjadi akibat pembaruan informasi. Tidak hanya tambah jauh tapi juga bisa tambah dekat jaraknya. Dan untuk diketahui, dalam sistem zonasi yang digunakan adalah jarak antara kantor kelurahan dan sekolahan yang dituju.

"Jadi ada beberapa jarak dan diperbaiki atas dasar realitas. Misal Karangrejo agak jauh, ternyata diperbaiki jadi dekat," jelas Jumeri.

Masalah lainnya yang diadukan ke kantor dinas pendidikan hari ini yaitu dari Iva Yuliastuti yang tiba tiba akun anaknya tidak berlaku saat akan mendaftar ke SMK N 6 Semarang. Ternyata saat dicek ke SMK N 6 token akunnya dicabut orang tidak dikenal.

"Tadi pagi mau daftar tiba-tiba tidak bisa, katanya akun tidak berlaku," kata Iva usai mengadu.

Pagi tadi ia pun buru-buru ke SMK yang dipilih anaknya itu dan ternyata akunnya dicabut tanpa sepengetahuan pendaftar. Dari rekam jejak online, yang mencabut adalah seseorang bernama Zakaria Adiwibowo.

"Dari SMK 6 tidak tahu Zakaria itu siapa. Di sini (Dinas Pendidikan) juga tidak tahu. Tadi dijelaskan yang bisa mencabut itu hanya operator itu pun atas persetujuan yang bersangkutan," ujar Iva.

Terkait masalah itu, Jumeri menanggapi kalau sangat kecil kemungkinan jika itu dilakukan oleh peretas. Lagipula baru satu aduan yang seperti dialami Iva, ia pun menyarankan jika ada yang mengalami hal serupa bisa langsung mengadu ke posko terdekat atau menghubungi posko PPDB 024-86041265.

"Kalau ada peristiwa serupa bisa hubungi posko untuk dihidupkan lagi akunnya," jelaa Jumeri.

Permasalahan Iva pun beres ketika petugas PPDB menghidupkan kembali token akunnya untuk mendaftar di SMK N 6 Semarang.



Simak Juga 'Meski Tuai Pro-Kontra, Perpres PPDB Sistem Zonasi Segera Dikukuhkan':

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Panen Biji Kopi Robusta, Semarang"
[Gambas:Video 20detik]

(alg/alg)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com