Kekeringan Mulai Melanda Grobogan, Dropping Air Bersih Disalurkan

Akrom Hazami - detikNews
Senin, 01 Jul 2019 17:45 WIB
Dropping air bersih di Grobogan, Jawa Tengah. Foto: Dok PMI Grobogan
Grobogan - Kekeringan hingga berujung pada sulitnya air bersih dirasakan masyarakat Kabupaten Grobogan. Saat ini, sejumlah pihak mulai melakukan dropping air bersih.

Satu di antaranya dilakukan PMI Grobogan. Mereka membagikan air bersih sejak kemarin hingga hari ini. Penyaluran perdana ditujukan ke Dusun Sungkruk, Desa Ngrandah, Kecamatan Toroh pada Minggu (30/6). Kemudian, bantuan air bersih dikirimkan ke Dusun Banyuurip, Desa Banjarsari, Kecamatan Kradenan, Senin (1/7/2019) siang.

Kasi Pelayanan PMI Grobogan Gesit Kristiyawan mengatakan, pihaknya mulai menyalurkan air sejak dua hari terakhir ini. "Kami mulai menyalurkan bantuan air bersih untuk membantu warga terkena dampak kekeringan," kata Gesit dihubungi Detikcom, Senin sore.

PMI mulai melakukan penyaluran bantuan air bersih, setelah pihaknya mendapat pinjaman mobil tangki dari PMI Pusat melalui PMI Jateng. Yakni mobil tangki berkapasitas 6 ribu liter.

"Mobil ini dipinjamkan untuk dropping air bersih tahap I, selama satu bulan. Masa peminjaman mobil tangki ini dibatasi karena daerah lain juga membutuhkan," terang dia.

"Tugas PMI itu tidak hanya berkaitan dengan masalah donor darah saja. Tetapi, kita terlibat pula dalam berbagai kegiatan kemanusiaan untuk membantu korban bencana. Termasuk bencana kekeringan seperti sekarang ini," tambah Gesit.


Bupati Grobogan Sri Sumarni menambahkan sudah mendapat perintah dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terkait penanganan kekeringan. Di antaranya soal penyaluran air bersih.

"Sebab Grobogan ini kalau kemarau pasti kekurangan air bersih. Kalau musim hujan pasti banjir. Ini langganan," kata Sumarni kepada wartawan di Pendopo Pemkab Grobogan.

Pemerintah daerah, kata dia, telah menganggarkan untuk air bersih sebesar Rp 47 juta. Kalau kurang, nanti akan ditambahkan dalam anggaran perubahan.

"Tidak hanya BPBD tapi juga OPD lain yang juga menganggarkan. Termasuk PDAM," terang dia.


Dia berharap ada pihak lain ikut memberi bantuan air bersih biar warga yang kekurangan akan tertangani.

"Mudah-mudahan kita kerjasama dengan ormas, swasta, gotong royong memberi bantuan air bersih. Saya yakin kalau ini gotong-royong pasti masyarakat akan mendapatkan air bersih. Sehingga tidak kekurangan air bersih," harap bupati.

Sumarni menjelaskan beberapa titik lokasi yang mulai kekurangan air bersih.

"Kecamatan Gabus empat desa, Kecamatan Kradenan satu desa, mungkin Pulokulon dua desa, dan Grobogan. Itu yang masuk meja saya," beber Sumarni.

Simak Video "Kondisi Situ Ciburuy Mengering, Mirip Lapangan Bola"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/sip)