detikNews
Senin 01 Juli 2019, 16:31 WIB

Puso Diterjang Kemarau, Padi Gagal Panen di Gunungkidul Jadi Pakan Sapi

Pradito Rida Pertana - detikNews
Puso Diterjang Kemarau, Padi Gagal Panen di Gunungkidul Jadi Pakan Sapi Lahan di Gunungkidul yang kekeringan. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Gunungkidul - Akibat musim kemarau yang datang lebih awal, 1.918 hektare lahan padi di Kabupaten Gunungkidul gagal panen atau puso. Jumlah tersebut akumulasi dari 9 Kecamatan, dan yang paling parah adalah Kecamatan Gedangsari dengan luas mencapai 860 hektare.

Pantauan detikcom, sejumlah lahan padi di Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul tampak meranggas, tidak ada padi yang tumbuh di lahan tersebut. Selain itu, beberapa sungai yang menyuplai air irigasi sawah tampak mengering.

Salah seorang petani di Kecamatan Gedangsari, Sumardi (40) mengatakan, bahwa keringnya lahan padi di Desa Hargomulyo karena hujan yang tak kunjung turun mulai pertengahan bulan April hingga saat ini. Akibatnya, petani mengalami krisis air dan berujung pada gagal panen.

"Untuk pengairan sawah saya hanya mengandalkan hujan dan air dari sungai. Karena sampai sekarang tidak turun hujan dan sungainya mengering membuat padi yang saya tanam gagal panen," ujarnya saat ditemui detikcom di persawahan Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, Senin (1/7/2019).


"Jadi padinya itu sudah mau tumbuh, tapi karena kerurangan air membuat padi yang keluar tidak ada isinya atau puso (gagal panen)," imbuh Sumardi.

Warga Dusun Jetis, Desa Hargomulyo, Kecamatan Gedangsari itu melanjutkan, beberapa petani di kecamatan ini memang kerap mengalami gagal panen saat musim kemarau. Namun, menurut Sumardi gagal panen tahun ini lebih parah dibanding tahun lalu.

"Tahun ini terlalu kering dan lebih parah dari tahun lalu," ucapnya.

Akibat gagal panen ini, Sumardi mengaku kehilangan 20 karung gabah yang seharusnya bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah. Akan tetapi, ia menerima kondisi tersebut sembari menunggu musim hujan turun lagi.

"Kalau gagal panen seperti ini ya saya beralih jadi pekerja proyek sambil menunggu musim hujan datang lagi. Terus untuk (tanaman padi) yang gagal panen dipotongi dan dimanfaatkan untuk pakan sapi," kata Sumardi.


Diwawancarai terpisah, Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), Kecamatan Gedangsari, Kusmartaat Dahuru membenarkan bahwa ada 860 hektare lahan padi yang gagal panen di Gedangsari. Menurutnya, dari 7 Desa di Kecamatan Gedangsari, Desa Hargomulyo menjadi Desa yang paling parah terkena puso.

"Luasan lahan padi di Gedangsari 1.304 hektare dan 860 hektare mengalami puso. Kalau yang paling parah kena puso itu di Desa Hargomulyo, di sana ada 205 hektare lahan padi yang kena puso," ujarnya saat ditemui detikcom di Kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gedangsari, Senin (1/7).

Pria yang kerap disapa Taat ini merinci sebaran lahan yang terkena puso di Kecamatan Gedangsari. Adapun 7 Desa yang mengalami puso di Kecamatan Gedangsari adalah Desa Ngalang dengan 23 hektare, Desa Watu Gajah 109 hektare, Desa Hargomulyo 205 hektare, Desa Tegalrejo 115 hektare, Desa Mertelu 152 hektare, Desa Sampang 132 hektare dan Desa Serut 124 hektare.

"Kalau dibandingkan tahun lalu memang lebih parah tahun ini, dan menurut BMKG kondisi ini akan berlangsung sampai bulan September," katanya.

Terkait upaya dari BPP Kecamatan Gedangsari untuk menanggulangi puso, Taat menyebut telah memberi sosialisasi kepada para petani untuk menunggu musim yang pas saat bertani. Mengingat cuaca saat ini sulit diprediksi.

"Untuk sementara kami menyarankan para petani agar tidak menanam padi dulu sampai musi hujan datang. Tapi ya sebenarnya ada cara untuk menanggulangi puso, yaitu dengan membuat embung-embung itu untuk cadangan air, ke depannya akan coba kami usulkan," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, bahwa luasan lahan padi yang mengalami gagal panen atau biasa disebut masyarakat Gunungkidul dengan istilah puso memang semakin luas. Bahkan, luasan lahan yang terkena meningkat hingga 4 kali lipat, mengingat sampai bulan kemarin tercatat hanya 400 hektare lahan padi yang terkena puso.

"Sampai bulan Juni ini tercatat ada 1.918 hektare lahan padi yang gagal panen di Gunungkidul. Jumlah itu akumulasi dari 9 Kecamatan di Gunungkidul," ujarnya saat dihubungi detikcom, Minggu (30/6).

Simak Video "Gegara Hama Tikus, Petani di Konawe Selatan Gagal Panen"
[Gambas:Video 20detik]

(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com