Salah Data di Kartu Ujian, Pendaftar PPDB di Brebes Ini Gagal Log In

Imam Suripto - detikNews
Senin, 01 Jul 2019 16:15 WIB
Ilustrasi. Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Ilustrasi. Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Brebes - Dua calon siswa yang akan mendaftar di SMA Negeri 2 Brebes tak berhasil mendaftar PPDB akibat tahun lahir berbeda antara Kartu Keluarga (KK) dan kartu ujian. Perbedaan data ini disebabkan salah input pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik) siswa.

Salah seorang siswa yang ditolak karena perbedaan tahun lahir adalah Priyanti Wulandari. Lulusan SMP Negeri 1 Brebes ini pada karu keluarga tertera tanggal lahir pada 4 Mei 2004, tapi pada kartu ujian tertulis 6 April 2016.

Kesalahan data ini mengakibatkan Priyanti tidak bisa mendaftar di sekolah pilihannya yaitu SMA Negeri 2 Brebes. Menurutnya, dari pukul 00.00 tadi malam sampai menjelang subuh, dia berkali-kali mencoba log in tapi terus gagal.


"Sudah dicoba dari tadi malam pukul 00.00 tapi nggak bisa log in. Alasannya umur baru tiga tahun," kata Priyanti ditemui di SMA Negeri 2 Brebes, Senin (1/7/2019) siang.

Menurutnya, saat verifikasi berkas pada Senin pekan kemarin, kesalahan data pada kartu ujian tidak akan berpengaruh terhadap proses pendaftaran. Ini dibuktikan dengan keluarnya surat bukti verifikasi PPDB. Akan tetapi pada kenyataaanya tidak demikian. Meski sudah berkonsultasi dengan petugas operator dan sudah mendapatkan bukti verifikasi, dirinya tetap tidak bisa log in untuk mendaftar.

"Katanya sih (kesalahan data pada kartu ujian) tidak pengaruhi proses pendaftaran. Tapi pas mau log in mendaftar tidak bisa. Saya input data dari jam 00.00 malam sampai sekarang tidak bisa," sambung Priyanti.

Wakil Kepala SMA Negeri 2 Brebes, Adi Priyono saat dimintai konfirmasi mengatakan, kesalahan ini diduga saat input data yang tersinkron dengan Dapodik. Karena memang kartu ujian ini dikeluarkan oleh Kemendiknas bukan oleh sekolah.


"Kartu ujian ini kan dikeluarkan dari Jakarta yang datanya dari Dapodik. Mungkin salah input data. Kalau ada kesalahan kaya gini segera akan koordinasikan dengan Dinas Pendidikan Provinsi sehingga segera teratasi," terang Adi Priyono.

Sedangkan Kepala SMP Negeri 1 Brebes, Dharma Suhaeri mengaku langsung memerintahkan stafnya untuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan s├Ętempat untuk mencari jalan keluar .

"Kami respons cepat keluhan dari alumni SMP Negeri 1. Jangan sampai ada anak yang tidak bisa sekolah karena kesalahan data," tegasnya.



Ortu & Calon Siswa Serbu Sekolah Gegara Isu 'Siapa Cepat Dia Dapat', Tonton Videonya:

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Wanita Muda Tewas dengan Celana Melorot Ternyata Dibunuh Kakak Ipar"
[Gambas:Video 20detik]
(sip/sip)