detikNews
Minggu 30 Juni 2019, 22:13 WIB

Ribuan Hektare Lahan Padi di Gunungkidul Puso Akibat Kekeringan

Pradito Rida Pertana - detikNews
Ribuan Hektare Lahan Padi di Gunungkidul Puso Akibat Kekeringan Ilustrasi, kekeringan di Kabupaten Wonogiri tahun lalu (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Gunungkidul - Musim kemarau yang melanda Kabupaten Gunungkidul, DIY, membuat ribuan hektare lahan padi yang gagal panen. Hal itu karena musim kemarau tahun ini datang lebih awal.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengatakan, bahwa luasan lahan padi yang mengalami gagal panen atau biasa disebut masyarakat Gunungkidul dengan istilah puso memang semakin luas.

Bahkan, luasan lahan yang terkena meningkat hingga 4 kali lipat, mengingat sampai bulan kemarin tercatat hanya 400 hektar lahan padi yang terkena puso.

"Sampai bulan Juni ini tercatat ada 1918 hektare lahan padi yang gagal panen di Gunungkidul. Jumlah itu akumulasi dari 9 Kecamatan di Gunungkidul," ujarnya saat dihubungi detikcom, Minggu (30/6/2019).


Lanjut Bambang, 1918 lahan padi yang gagal panen itu terdiri dari 154 hektare lahan di Kecamatan Patuk, 2 hektar di Kecamatan Wonosari, 860 hektar di Kecamatan Gedangsari dan 50 hektar di Kecamatan Playen. Selanjutnya 6 hektare terdapat di Kecamatan Girisubo, 10 hektar di Kecamatan Ponjong, 505 hektar di Kecamatan Semin, 47 hektar di Kecamatan Karangmojo dan 285 hektar di Kecamatan Ngawen.

"Dan dibanding dengan data (lahan padi gagal panen dari April) sampai bulan Mei, luasan lahan yang terkena puso sampai bulan Juni ini memang lebih luas ya," ucapnya.

Sedangkan hingga bulan Mei, jumlah lahan padi yang gagal panen di Kabupaten Gunungkidul mencapai 400 hektare. Adapun rinciannya adalah 75 hektare lahan di Kecamatan Semin, 194 hektare di Kecamatan Patuk, 10 hektare di Kecamatan Karangmojo, 35 hektare di Kecamatan Ngawen, 6 hektare di Kecamatan Girisubo.

Disusul 2 hektare di Kecamatan Wonosari, 13 hektare di Kecamatan Playen, 32 hektare di Kecamatan Ponjong, 8 hektare di Kecamatan Nglipar dan terakhir 25 hektare di Kecamatan Gedangsari.


Menurut Bambang, penyebab ribuan hektare lahan padi di Kabupaten Gunungkidul gagal panen karena faktor cuaca yang sulit untuk diprediksi. Padahal, faktor cuaca menjadi acuan para petani untuk menentukan musim tanam padi.

"Penyebabnya gagal panen karena musim kemarau datang lebih awal, kan mestinya sampai (bulan) April masih ada hujan. Tapi masuk pertengahan April sampai sekarang malah tidak ada hujan," ucap Bambang.

Karena berkaitan dengan faktor cuaca, DPP Gunungkidul telah menyekolahkan 18 penyuluh pertanian dan 8 petugas UPT Pertanian ke BMKG. Harapannya, setelah memperluas pengetahuan akan cuaca, 26 petugas lapangan itu bisa segera melakukan sosialisasi ke para petani.

"Kami sudah kirim 26 petugas lapangan untuk sekolah iklim dan mereka sudah selesai (sekolah iklim di BMKG). Selanjutnya mereka akan mensosialisasikan ilmu yang didapat kepada para petani agar ke depannya para petani bisa menentukan iklim yang pas untuk bercocok tanam," katanya.

Simak Video "Ponsel Disita, Murid SMP Bawa Sajam Ancam Guru"
[Gambas:Video 20detik]

(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com