Cara Ganjar Selesaikan Masalah Anjloknya Harga Ayam di Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 27 Jun 2019 20:43 WIB
Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom
Semarang - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berharap peternak dan Dinas Peternakan berkumpul menentukan masalah anjloknya harga ayam broiler di kalangan peternak. Ganjar tidak ingin gegabah dalam mengambil tindakan.

"Terkait harga ayam yang jatuh itu, saya sudah menelepon sejumlah peternak untuk duduk bersama Dinas Peternakan dan mencarikan solusi bersama. Itu sama saat ada masalah jagung kemarin, solusinya ya ketemu saja. Kalau ketemu akan diketahui apa persoalannya dan dicarikan solusi bersama," kata Ganjar di rumah dinas Gubernur Jateng, Puri Gedeh, Semarang, Kamis (27/6/2019) malam.

Soal isu over supply, Ganjar menanggapi jika itu benar maka harus dicari penyebabnya apa. Kalau ternyata ada pihak tidak bertanggungjawab yang "bermain" maka perlu diidentifikasi

"Jadi harus diketahui, apakah karena over supply atau ada pihak yang bermain. Kalau itu bisa diidentifikasi, maka akan ada roadmap untuk penyelesaiannya," tegasnya.

Sementara itu soal adanya peternak tanpa izin, Ganjar menyinggung pentingnya kartu tani sehingga bisa terdata valid jumlah petani dan kemanadistribusinya

"Kalau itu diketahui, maka akan ditemukan apa sih problemnya. Kalau memang kebanyakan, maka harus kita kurangi, kalau kelebihan ada tidak potensi ekspor dan lain sebagainya. Ada banyak alternatif yang bisa dicarikan. Soal penertiban peternak ilegal, mungkin kemarin pak Kepala Dinas melihat asumsi yang dibangun adalah over supply. Kalau over supply ya harusnya dicatat dan didata," pungkasnya.

Untuk diketahui, harga ayam broiler di sejumlah provinsi termasuk Jawa Tengah anjlok hingg Rp 7 ribu per kilogram di tingkat peternak. Sedangkan di pedagang, harganya masih normal. Isu yang santer beredar anjloknya harga ayam di tingkat peternak akibat oversupply atau kelebihan pasokan.


Simak Video "Guyon Ganjar Akan Colek Anies Gegara Diskotek Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/bgk)