detikNews
Rabu 26 Juni 2019, 12:51 WIB

Pakai Pistol Mainan, Polisi Gadungan Peras Remaja Pacaran di Purworejo

Rinto Heksantoro - detikNews
Pakai Pistol Mainan, Polisi Gadungan Peras Remaja Pacaran di Purworejo Jumpa pers kasus pemerasan polisi gadungan di Purworejo. Foto: Rinto Heksantoro/detikcom
Purworejo - Dua pemuda kakak beradik di Purworejo, Jawa Tengah dibekuk petugas Satreskrim Polres Purworejo karena melakukan pemerasan. Saat beraksi, tersangka selalu mengaku sebagai anggota polisi dan membawa pistol mainan untuk menakuti para korban.

Tersangka adalah Ambar Handoyo (32) warga Desa Muktisari, Kecamatan Kebumen , Kabupaten Kebumen dan Singgih Supriyo(21) warga Desa Taman Winangun, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen.

"Tersangka memang kakak beradik, saat melakukan pemerasan terhadap para korbannya , tersangka mengaku sebagai anggota Reskrim. Jadi yang satu anggotanya yang satu jadi komandannya dan kadang gantian," ungkap Kasat Reskrim Polres Purworejo, AKP Haryo Seto Liestyawan saat menggelar jumpa pers, Rabu (26/6/2019).

Aksi pemerasan tersebut dilakukan oleh tersangka kepada pasangan muda-mudi yang sedang berpacaran hingga larut malam di sekitar Alun-alun Kutoarjo dan Purworejo akhir Mei 2019 lalu. Untuk menakuti para korbannya, polisi gadungan itu juga membawa korek api berbentuk pistol.


"Jadi modusnya itu dengan mencari sepasang muda-mudi yang berduaan di tempat yang sepi menjelang dini hari. Setelah itu tersangka membentak korban sambil membawa korek api berbentuk pistol untuk menakuti para korban. Kemudian korban diantar menuju mobil untuk bertemu dengan tersangka lain sebagai komandannya dan menanyakan identitas serta surat-surat kendaraan. Apabila tidak ada maka tersangka meminta dengan memaksa barang yang dimilikinya sebagai jaminan dan mengatakan bisa diambil di kantor," terangnya.

Korban yang merasa ketakutan akhirnya menuruti permintaan tersangka. Namun, karena merasa tertipu, beberapa korban pun kemudian melaporkan kejadian tersebut hingga akhirnya kedua tersangka berhasil dibekuk oleh petugas pada pertengahan Juni 2019 lalu.

Sementara itu, salah satu tersangka, Ambar Handoyo mengaku bahwa sebelum beraksi mereka menenggak minuman keras terlebih dahulu untuk menambah kegarangan dan keberanian. Barang-barang milik korban yang berhasil dibawa kemudian dijual oleh tersangka dan uang hasil penjualan itu digunakan untuk bersenang-senang di kafe.


"Ya minum dulu (miras) biar berani dan tidak memikirkan beban yang lain. Uangnya ya buat senang-senang di kafe," ucapnya.

Dari kasus tersebut, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil yang digunakan tersangka untuk tindak kejahatan itu dan beberapa buah HP milik korban yang belum dijual oleh tersangka.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua polisi gadungan itu kini harus mendekam di sel tahanan Mapolres Purworejo dan bakal dijerat Pasal 368 ayat 1 jo 65 ayat 1 dan 2 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara.
(sip/sip)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed