detikNews
Senin 24 Juni 2019, 09:28 WIB

Melawan Suhu di Bawah Titik Beku, Menjajakan Kehangatan di Dieng

Uje Hartono - detikNews
Melawan Suhu di Bawah Titik Beku, Menjajakan Kehangatan di Dieng Salah satu pedagang makanan di Dieng (Foto: Uje Hartono/detikcom)
Banjarnegara - Fenomena embun es di dataran tinggi Dieng menjadi berkah tersendiri bagi pedagang. Meski harus buka lebih awal dan menerjang suhu di bawah titik beku, namun omzet bertambah sampai 50 persen dari hari biasanya.

Salah satu pedagang minuman dan makanan di area komplek Candi Arjuna, Lutfiana Armiati, mengatakan sejak muncul embun es di Dieng setiap hari selalu mada wisatawan. Bahkan, saat embun es tidak muncul, tetap ada wisatawan datang.

"Sekarang setiap hari ada wisatawan yang ke lapangan Saung di area komplek Candi Arjuna. Mereka ingin melihat embun es," ujarnya saat ditemui di warung miliknya, Senin (24/6/2019).


Untuk itu dia harus membuka warung lebih awal dibanding hari biasanya. Jika sebelumnya baru buka pukul 06.30 WIB, saat ini ia sudah mulai berjualan pukul 05.30 WIB. Mengingat embun es akan mencair saat matahari terbit.

"Sekarang bukanya lebih pagi, jam setengah 6 sudah buka, karena pagi sudah ramai wisatawan. Kalau tutupnya masih sama, jam 7 malam. Alhamdulillah dengan adanya embun es menambah omzet sampai 50 persen," kata dia.

Selain carica, manisan khas Dieng, ia menjual minuman hangat dan makanan hangat beruoa kentang goreng. Selain itu juga sarung tangan, tutup kepala hingga syal.


Salah satu wisatawan, Indah (34), menuturkan baru pertama melihat fenomena embun es di Dieng. Meski terasa dingin, dia tetap mengabadikan dengan berfoto bersama embun es.

"Rasanya dingin banget, tetapi terbayarkan karena bisa lihat es kayak di negara-negara di Eropa," tuturnya.
(mbr/mbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed